modi amerikaWashington DC, LiputanIslam.com — Perdana Menteri India Narendra Modi bertemu Presiden AS Barack Obama di Gedung Putih, Senin (29/9) malam sebelum melakukan pembicaraan resmi hari Selasa (30/9).

Sebelumnya pada hari Senin, Modi menemui beberapa ekskutif top perusahaan-perusahaan global AS di New York dalam upaya menarik mereka untuk menanamkan investasi di India. Dalam upayanya itu Modi menjanjikan liberalisasi ekonomi India kepada para eksekutif tersebut. Demikian laporan BBC News.

Ini adalah kunjungan pertama Modi ke AS setelah terpilih sebagai perdana menteri pada Mei lalu. Sebelumnya Modi dilarang datang ke AS karena keterlibatannya dalam aksi kekerasan sektarian yang menewaskan lebih dari seribu orang di Gujarat saat Modi menjadi pejabat tertinggi di negara bagian itu tahun 2002.

Selain bertemu Obama, Modi juga bertemu dengan Wapres Joe Biden dan para pejabat top AS lainnya dalam pesta makan malam di Gedung Putih. Namun Modi diperkirakan tidak akan turut bersantap karena ia tengah menjalani puasa.

Minggu lalu Modi mengumumkan program “Lakukan di India” dimana ia berjanji akan menjadikan India sebagai salah satu pusat industri manufaktur global, dimana untuk mewujudkan ambisi itu dibutuhkan sejumlah besar investasi.

Pada hari Minggu (28/9) , Modi berpidato di Madison Square Garden, New York, di hadapan ribuan warga keturunan India di AS. Dalam kesempatan itu Modi mengatakan bahwa abad ke-21 adalah miliknya Asia dan berjanji melakukan sejumlah langkah untuk mendorong bisnis di India.

Kemunculan Modi di kawasan bisnis Madison Square Garden New York adalah hal yang tidak biasa dilakukan pemimpin dunia yang mengunjungi Amerika, dan hal itu justru disambut meriah oleh warga keturunan India.

Para analis percaya, kunjungan Modi ini mampu membangkitkan semangat warga keturunan India untuk menunjukkan India sebagai kekuatan global yang tengah tumbuh.

Belasan ribu orang memadati kawasan Madison Square Garden ketika Modi berpidato. Sebagian dari pengunjung bahkan mengenakan kaos bergambar dirinya.

India merupakan sekutu strategis AS di kawasan Asia, terutama untuk membendung pengaruh Cina yang semakin dominan. Namun dalam beberapa bulan terakhir hubungan keduanya kurang harmonis. India, misalnya menolak keras perjanjian perdagangan global yang dikampanyekan AS karena dianggap merugikan sektor pertanian India. India juga marah pada aksi mata-mata AS yang dilakukan terhadap para pejabat tinggi India.

Beberapa waktu lalu seorang diplomat wanita India diperlakukan tidak senonoh petugas imigrasi AS. Hal itu memicu kemarahan pemerintah India yang langsung mencabut sebagian hak istimewa perwakilan AS di India.

Pada hari pertama kunjungannya di AS, Jumat (26/9), Modi berpidato di depan Sidang Umum PBB menuntut reformasi Dewan Keamanan PBB dimana India sudah lama melakukan pendekatan untuk bisa menjadi anggota tetap.

Modi juga menyinggung pembicaraan damai dengan Pakistan, namun untuk itu perlu diciptakan “atmosfir yang tepat” terlebih dahulu, demikian katanya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL