usman harunJakarta, LiputanIslam.com — Nama Usman dan Harun sangat dihormati di kalangan prajurit TNI AL. Keduanya bahkan telah mendapatkan penghargaan dari negara barupa gelar Pahlawan Nasional. Namun bagi negara Singapura, nama keduanya membawa kenangan yang tidak mengenakkan, dan karenanya mereka merasa “prihatin” setelah pemerintah Indonesia memutuskan memberi nama salah satu kapal perangnya dengan nama KRI Usman Harun.

Keprihatinan Singapura itu sebenarnya cukup wajar, karena Usman dan Harun adalah 2 prajurit marinir Indonesia yang pernah melakukan aksi sabotase di Singapura ketika Indonesia terlibat dalam konfrontasi dengan Malaysia tahun 1960-an (kala itu Singapura masih menjadi bagian Malaysia).

Menurut berbagai sumber informasi Singapura tengah mempersiapkan tim negosiator ke Indonesia untuk membatalkan pemberian nama KRI Usman Harun.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Untung Suropati menjelaskan prosedur pemberian nama kapal yang berlaku di TNI AL.

“Ini dikerjakan tim. Kapal ini dikasih nama apa itu ada prosesnya, tidak “ujug-ujug” ketemu. Pemberian nama itu dasar argumentasinya beda-beda sesuai dengan kelas tertentu,” kata Laksma Untung ketika dihubungi detikcom, Kamis (6/2).

Untung menambahkan, kapal lokal prosedurnya diberi nama teluk. Untuk kapal selam, nama yang dipakai adalah nama-nama senjata menurut mitologi Hindu, seperti Cakra dan sebagainya. Ada pula penamaan kapal sesuai dengan kota-kota besar di Indonesia. Untuk kapal kombatan atau kapal perang, sesuai prosedurnya diberi nama pahlawan nasional.

“Seperti kapal yang akan datang ini, dari Inggris, ada KRI Bung Tomo nomor lambung 357, Usman Harun dan John Lee. Ada pertimbangannya. Pertama, kebetulan Usman Harun itu prajurit Marinir yang sangat layak dan sudah menjadi pahlawan nasional, dari TNI AL dan diabadikan, disematkan menjadi salah satu nama KRI kombatan kita,” tutur dia.

Ketiga kapal kombatan itu, imbuh Untung, posisinya masih di Inggris. Dan akan dikapalkan ke Indonesia pada Juni 2014. Untuk pemberian nama, kemungkinan Maret 2014.

“Yang sudah hampir pasti diberi nama nanti Bung Tomo. Usman Harun masih lebih lama. Ini ibarat bayinya belum lahir sudah diributkan,” tuturnya.(ca/detiknews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL