foto: tempo

foto: tempo

Jakarta, LiputanIslam.com–Keputusan menaikkan harga BBM selalu disambut dengan kritikan keras dan aksi demo di berbagai kota. Namun Presiden Joko Widodo dengan ‘pede’ (percaya diri) mengumumkan secara langsung kenaikan BBM tadi malam (17/11) pukul 21.00 WIB.

Hal ini berbeda dengan tradisi Presiden SBY selama 10 tahun masa pemerintahannya yang selalu melimpahkan tugas pengumuman kenaikan BBM kepada bawahannya.

Menteri ESDM Sudirman Said mengaku takjub melihat sikap Jokowi.

“‎Saya sangat takjub melihat presiden. Beliau ingin mengumumkan langsung. Beliau bilang, yang sulit-sulit harus saya hadapi sendiri. Padahal, kami para menteri siap untuk mengumumkan hal ini,” kata Sudirman, seperti dikutip detikcom, Senin (17/11/2014) malam.

Sebelumnya, dalam pertemuannya dengan WNI di Queensland University of Technology Australia, Presiden Joko Widodo mengaku tak khawatir bila popularitasnya menurun akibat mengalihkan subsidi BBM.

“Popularitas turun gara-gara BBM ya itu risiko. Masa pemimpin penginnya populer terus, kalau untuk kebaikan, saya nggak peduli nggak populer. Paling sebulan. Paling sebulan setelah itu minta foto lagi. Pak Selfie Pak,” canda Jokowi yang disambut tawa hadirin.

Dalam pertemuan yang berlangsung hari Jumat (14/11/2014) itu, Jokowi menjelaskan kenapa subsidi BBM itu harus dialihkan. Selama ini, duit Rp 714 triliun untuk subsidi dihabiskan ke udara.

“Selama 5 tahun anggaran untuk subsidi Rp 714 triliun, yang untuk kesehatan Rp 220 triliun, untuk infrastrukur Rp 570 triliun, bayangkan kita bangsa benar apa boros?” kata tanya Jokowi yang dijawab oleh masyarakat dengan kata boros.

Jokowi menyatakan dirinya tak mau meneruskan sistem manajemen anggaran seperti itu. Karenanya, subsidi BBM akan dialihkan untuk membeli pupuk, irigasi, benih, hingga kapal untuk nelayan. (fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL