myanmarRangoon, LiputanIslam.com — Pemerintah Myanmar menerapkan jam malam di Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar, menyusul terjadinya aksi-aksi kekerasan sektarian antara warga Budha dan Muslim.

Setidaknya 2 orang tewas dan 14 lainnya luka-luka sejak munculnya kerusuhan pada hari Selasa (1/7). Demikian keterangan Kolonel Aung Kyaw Moe, Menteri urusan perbatasan dan keamanan Provinsi Mandalay kepada CNN.

Kerusuhan terjadi ketika orang-orang Budha menyerang kedai teh milik warga Muslim yang dituduh memerkosa seorang wanita Budha. Sejak itu kerusuhan pun terus meluas.

Dengan mengutip pejabat-pejabat setempat, media pemerintah New Light of Myanmar melaporkan bahwa 8 kerusuhan yang terpisah terjadi di Provinsi Mandalay dalam 2 hari terakhir. Sebagian aksi kerusuhan melibatkan 450 orang yang menggunakan berbagai jenis senjata tajam hingga senjata api.

Seorang korban adalah warga Muslim dan seorang lainnya Budha, demikian keterangan pejabat setempat sebagaimana dikutip CNN dari media setempat.

Myanmar adalah negara yang mayoritas penduduknya penganut Budha, dan Muslim hanya meliputi 5% dari total penduduk.

Myanmar telah menjadi negara konflik sektarian dengan kaum Muslim menjadi korban utamanya selama bertahun-tahun terakhir. Beberapa kelompok ektremis Budha seperti 969 Movement dituduh menjadi dalang utama kerusuhan dan mendorong diterapkannya undang-undang diskriminasi seperti larangan menikah antar-keyakinan.

Kerusuhan di Mandalay sendiri dipicu oleh aksi pemimpin gerakan 969 Movement, Ashin Wirathu, yang memposting tulisan provokatif tentang warga muslim pemilik kedai teh yang dituduh telah melakukan perkosaan.

Menurut para saksi, dalam setiap aksi kerusuhan selalu melibatkan biksu-biksu Budha.

Matthew Smith, ketua kelompok pembela HAM Fortify Rights, mengatakan bahwa para ekstremis menggunakan media sosial untuk menyebarkan kebencian terhadap warga muslim dan dalam berbagai kasus memicu kerusuhan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL