rebel-kachin-independenceYangoon, LiputanIslam.com — Myanmar hari Selasa (17/2) telah mendeklarasikan status darurat di wilayah Kokang, Myanmar utara, menyusul terjadinya pertempuran dengan pemberontak etnis Cina di wilayah itu dengan pasukan pemerintah.

“Situasi serius telah berkembang sehingga membahayakan nyawa warga, maka negara menyatakan kondisi darurat mulai hari ini,” kata Menteri Informasi Myanmar, Selasa (17/2) seperti dilansir kantor berita Iran Press TV.

Sejak tanggal 9 Februari lalu telah terjadi pertempuran di wilayah Kokang, negara bagian Shan, yang didominasi oleh warga keturunan Cina. Pemerintah bahkan mengerahkan pesawat-pesawat tempur ke wilayah itu. Sejumlah besar orang dipastikan telah tewas dan ribuan lainnya telah meninggalkan tempat tinggalnya akibat pertempuran itu.

Sementara dalam pengumuman terpisah, Menteri Penerangan menyebutkan bahwa militer telah mengambil alih kekuasaan untuk menjaga keamanan di wilayah tersebut.

Sehari sebelumnya pemerintah Myanmar mengumumkan akan “melanjutkan menjalankan tindakan-tindakan yang perlu di Kokang untuk menjaga keamanan dan keselamatan warga setempat.”

Kokang relatif tenang sejak tahun 2009 setelah militer Myanmar melancarkan offensif besar-besaran terhadap pemberontak etnis Cina dan memaksa sekitar 30.000 warganya melarikan diri ke Cina.

Media-media setempat menyebutkan sekitar 2.000 warga telah melarikan di ke wilayah lain di Myanmar, sedangkan pemerintah Cina mengatakan sebanyak 30.000 warga Myanmar telah melarikan diri ke wilayah Provinsi Yunnan, Cina selatan, sejak 9 Februari.

Pemerintahan sipil Myanmar yang menggantikan regim militer sejak tahun 2011, telah berjanji untuk menghentikan perang sipil yang telah melanda negara itu sejak kemerdekaan tahun 1948, sebagai bagian dari reformasi menuju negara demokrasi modern.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL