rohingyaYangoon, LiputanIslam.com — Sekitar 150 imigran yang ditemukan terapung-apung di lepas pantai Myanmar telah siap untuk dikembalikan ke Bangladesh, kata seorang pejabat imigrasi Myanmar, Senin (8/6), sekaligus mengungkapkan bahwa beberapa imigran berusaha melarikan diri ketika akan dipulangkan.

Krisis imigran Asia Tenggara mengembang pada awal Mei, menyebabkan ribuan orang dari Bangladesh dan minoritas Rohingya dari Myanmar terjebak di lautan. Sekitar 4.500 orang dari mereka telah kembali ke daratan, namun PBB memperkirakan sekitar 2.000 lainnya masih berada di atas air.

Hampir 1.000 imigran telah dibawa ke negara bagian Rakhine, Myanmar, yang berbatasan dengan Bangladesh, setelah mereka ditemukan berada dalam dua kapal oleh Angkatan Laut Myanmar di Teluk Benggala.

Kedua negara tersebut pada awalnya tidak bersedia untuk menerima para imigran tersebut, dan organisasi-organisasi Hak Asasi Manusia (HAM) turut prihatin terhadap kemungkinan para imigran diarahkan menuju bagian perbatasan yang tidak seharusnya.

Namun, tampaknya kedua negara saat ini telah sepakat dalam hal kewarganegaraan dari beberapa imigran yang beberapa waktu lalu berhasil diselamatkan, terutama kepada lebih dari 200 imigran yang menjadi penumpang di kapal pertama yang ditemukan pada akhir Mei.

“Bangladesh akan memindahkan 150 imigran setelah dilakukannya pertemuan antara dua negara,” kata Saw Naing, Wakil Direktur Imigrasi Distrik Maungdaw, Myanmar, seperti dikutip AFP dan dilansir Antara.Myanmar akan Mulai Pindahkan Imigran ke Bangladesh

Yangoon, LiputanIslam.com — Sekitar 150 imigran yang ditemukan terapung-apung di lepas pantai Myanmar telah siap untuk dikembalikan ke Bangladesh, kata seorang pejabat imigrasi Myanmar, Senin (8/6), sekaligus mengungkapkan bahwa beberapa imigran berusaha melarikan diri ketika akan dipulangkan.

Krisis imigran Asia Tenggara mengembang pada awal Mei, menyebabkan ribuan orang dari Bangladesh dan minoritas Rohingya dari Myanmar terjebak di lautan. Sekitar 4.500 orang dari mereka telah kembali ke daratan, namun PBB memperkirakan sekitar 2.000 lainnya masih berada di atas air.

Hampir 1.000 imigran telah dibawa ke negara bagian Rakhine, Myanmar, yang berbatasan dengan Bangladesh, setelah mereka ditemukan berada dalam dua kapal oleh Angkatan Laut Myanmar di Teluk Benggala.

Kedua negara tersebut pada awalnya tidak bersedia untuk menerima para imigran tersebut, dan organisasi-organisasi Hak Asasi Manusia (HAM) turut prihatin terhadap kemungkinan para imigran diarahkan menuju bagian perbatasan yang tidak seharusnya.

Namun, tampaknya kedua negara saat ini telah sepakat dalam hal kewarganegaraan dari beberapa imigran yang beberapa waktu lalu berhasil diselamatkan, terutama kepada lebih dari 200 imigran yang menjadi penumpang di kapal pertama yang ditemukan pada akhir Mei.

“Bangladesh akan memindahkan 150 imigran setelah dilakukannya pertemuan antara dua negara,” kata Saw Naing, Wakil Direktur Imigrasi Distrik Maungdaw, Myanmar, seperti dikutip AFP dan dilansir Antara.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL