womenNew York, LiputanIslam.com—Ratusan Muslim AS  berkumpul di masjid New York untuk menghadiri pemakaman seorang wanita Bangladesh bernama Nazma Khanam (60) pada Rabu (31/068/16). Sebelumnya diberitakan, Khanam tewas dalam sebuah peristiwa pembunuhan. Kaum muslimin yang hadir dalam pemakaman itu menyebut pembunuhan Khanam sebagai kejahatan kebencian terhadap Muslim.

Pada saat kejadian, Khanam yang memakai jilbab ditusuk beberapa kali oleh pembunuh tak dikenal. Suaminya, Shamsul Alam Khan, yang sedang berjalan beberapa meter di belakangnya tak mampu menolong karena penyakit asma yang dideritanya.

Polisi dilaporkan belum berhasil mengidentifikasi pembunuh Khanam.

“Ini bukan kasus perampokan dan walaupun kami tidak tahu keseluruhan fakta yang ada, hal-hal seperti itu sudah terlalu sering terjadi,” kata Letitia James, seorang pengacara.

Baru beberapa minggu yang lalu, seorang ulama Bangladesh bernama Maulama Akonjee dan asistennya Thara Uddin, ditembak di kepala hingga mati ketika sedang berjalan pulang dari sholat Zhuhur berjamaah di masjid Queens (13/08/16).

Direktur eksekutif New York untuk Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), Afaf Nasher, menyatakan pembunuhan kedua Muslim tersebut adalah kejahatan yang muncul akibat kebencian.

“Anda tidak akan menembak seseorang di kepala hingga mati selain dimotivasi oleh kebencian,” kata Nasher.

Berdasarkan statistik dari FBI, tahun 2015 adalah tahun yang paling banyak terjadi insiden kejahatan terhadap Muslim sejak serangan teroris pada 11 Septermber 2001. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL