Washington, LiputanIslam.com—Pemimpin Organisasi Islam Amerika Utara (ISNA) menyatakan pada Jumat (30/6/17) bahwa aturan larangan perjalanan Presiden Donald Trump pada akhirnya akan terbukti tidak sah secara hukum

Pernyataan ini dikeluarkan sehari setelah pemerintah AS resmi menerapkan larangan perjalanan bagi enam negara bermayoritas Muslim yaitu Iran, Suriah, Yaman, Libya, Somalia dan Sudan.

ISNA, yang disebut sebagai kelompok advokasi Muslim terbesar AS, mengecam larangan ini dalam pertemuan mereka di Chicago.

“Retorika (Trump) telah menyebabkan kerugian besar bagi komunitas Muslim Amerika,” kata ketua ISNA, Azhar Azeez.

“Negara ini sejak dulu adalah negara inklusif dan toleran,” tambahnya. “Kami, sebagai warga Amerika, memiliki kewajiban untuk menegakkan hal-hal semacam ini.”

Orang-orang dari agama Katolik, Lutheran dan Yahudi juga mengikuti pertemuan selama tiga hari ini.

Larangan baru ini dilaporkan  telah menyebabkan protes besar-besaran dan kekacauan di bandara-bandara internasional.

Sementara itu, Trump membela aturan ini sebagai keharusan bagi keamanan nasional AS. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL