Sumber: ekonomi.bisnis.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Kementerian Pertanian (Kementan) melaporkan musim kemarau berpengaruh terhadap penurunan produksi cabai nasional.

Kasubdit Aneka Cabai dan Sayuran Buah Kementan Mardiyah Hayati mengungkapkan, produksi cabai di sejumlah sentra produksi turun hingga 60 persen akibat musim kemarau. Bahkan, sebagian daerah terjadi kelangkaan cabai.

Mardiyah memprediksi, harga cabai masih akan berada di angka yang tinggi saat Idul Adha karena pasokan berkurang.

Baca: Kenaikan Harga Cabai Tidak Merata

“Idul Adha masih suasana kemarau, pasokan mengalami penurunan maka harga diprediksi akan stabil tinggi,” ujarnya, Senin (22/7).

Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga cabai masih berada di angka yang tinggi hingga saat ini. Di beberapa kota seperti Jambi, Pekanbaru, dan Ambon, harga cabai dijual dengan harga lebih dari Rp 80 ribu-Rp 85 ribu per kilogram (kg).

Sementara itu, selama enam bulan terakhir harga cabai di tingkat petani justru rendah di kisaran Rp 4 ribu-Rp 6 ribu per kg. Rendahnya harga di tingkat petani ini membuat petani kekurangan modal untuk mengurus tanaman cabai.

Mardiyah menyebutkan, di beberapa sentra produksi seperti Cianjur, Garut, Bandung, Sumedang, Sleman, Malang, dan Blitar, mengalami kesulitan air. Sedangkan di daerah Kulon Progo, Kediri, Blitar, Magelang, dan Temanggung tanaman cabai baru berproduksi sehingga pasokan cabai masih sedikit.

Dia menyampaikan, untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya tengah melakukan optimalisasi pemanfaatan pompa air dan pembuatan embung.

Selain itu, pihaknya tengah menata sistem distribusi dari sentra produksi ke pasar secara lancar dan mengalokasikan suplai ke wilayah prioritas yang mengalami kenaikan harga paling tinggi. (sh/cnnindonesia/republika)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*