Apa yang terjadi di Syria kini pasti tidak pernah terbayangkan oleh siapapun.

syrian rebels

syrian rebels

Siapa menyangka regim Bashar al Assad bisa bertahan setelah bertahun-tahun digempur beramai-ramai oleh Israel, Amerika, Eropa, Turki, dan beberapa negara barat Arab. Dan siapa menyangka bahwa musuh-musuh Syria kini terpecah belah dan saling berperang satu sama lain.

Setelah pertempuran-pertempuran antara kelompok Free Syrian Army (FSA) melawan kelompok Al Nusra dan kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), dilanjutkan dengan perselisihan antara Al Nusra dengan ISIS, kini dunia menyaksikan terjadinya perang besar-besaran antara kelompok Islamic Front yang didukung FSA dan Al Nusra melawan ISIS dan kelompok-kelompok teroris terkait Al Qaida.

Dalam tiga hari pertempuran saja Islamic Front berhasil merebut 3 pos militer penting yang dikontrol ISIS di Atma, Atareb, dan Sheikh Said di Aleppo. Pos-pos penting ISIS lainnya di Maskana, Hayan, dan utara Aleppo juga mendapat gempuran hebat dari Islamic Front dimana kelompok terakhir ini kini tengah melakukan kepungan ketat terhadap posisi-posisi ISIL di Idlib. Islamic Front juga tengah menggepung kantong-kantong pertahanan ISIS di kota Raqaa.

Islamic Front adalah gabungan dari beberapa kelompok pemberontak yang dibentuk oleh kekuatan-kekuatan asing untuk menjembatani kepentingan Amerika, Eropa, Turki dan Saudi yang saling bertentangan di Syria. Sebagaimana diketahui setelah Amerika membatalkan rencana menyerang Syria bulan September lalu, telah terjadi perubahan kebijakan Amerika dalam menyikapi konflik di Syria. Khawatir dengan perkembangan kelompok-kelompok teroris yang tidak terkendali yang justru mengancam kepentingan politik Amerika dan sekutu-sekutunya di kawasan, dibentuklah kelompok Islamic Front ini dengan tugas utama memerangi kelompok-kelompok teroris seperti ISIL selain memerangi regim Bashar al Assad.

“”Proyek jihad” kini dalam bahaya besar,” demikian ungkap seorang komandan ISIS tentang perkembangan terakhir ini.

“Mereka (Islamic Movement) berperang untuk Amerika, Alawi, Shiah, dan Saudi,” tambahnya sembari menunjuk pada apa yang tengah terjadi di Irak yang dianggapnya memiliki kaitan dengan apa yang terjadi di Syria serta perubahan sikap negara-negara asing di Syria. Menurutnya telah terjadi perubahan sikap yang tiba-tiba di antara penduduk asli yang kini justru memusuhi para “mujahidin”.

MILITER SYRIA TERUS BERGERAK

Sementara itu militer Syria terus melakukan berbagai aksi pembersihan terhadap para pemberontak di berbagai wilayah. Militer Syria, misalnya saja, berhasil menewaskan sejumlah besar pemberontak teroris di Jabal al-Arabe’en, Taftanaz dan Salkin luar kota Idlib. Militer yang mengejar pemberontak di Jabal al-Arabe’en bahkan berhasil membunuh seorang komandan pemberontak bernama Mohammad Mahmoud.

Di sekitar Damaskus militer Syria juga berhasil menghancurkan beberapa sarang pemberontak, membunuh sejumlah besar pemberontak dan menghancurkan perlengkapan militer mereka. Seluruh personil pemberontak di perkampungan berhasil ditumpas, sementara unit militer lainnya menghancurkan markas pemberontak di daerah pertanian Alyaa di Douma.

Militer juga berhasil menghancurkan kelompok-kelompok pemberontak di Adra al-Balad dan markas-markas mereka di kota Adra dan Zebdeen, Yalda, dan Babila dan berhasil menemukan terowongan bawah tanah yang menjadi jalur logistik pemberontak ke wilayah Yarmouk.(CA/al-akhbar/al-manar)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL