Sumber: Suaramuhammadiyah.id

Yogyakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen memperkuat dan memajukan sepakbola Indonesia. Sepakbola merupakan wadah yang sangat tepat mempersatukan bangsa.

“Sepakbola merupakan wahana yang paling cair, tapi yang disesalkan belakangan ada muatan negatif rasialisme. Di tanah air kita juga sepakbola sering jadi menyeramkan karena ada vandalisme,” ujarnya pada Acara Penandatangan MoU dengan Perkumpulan Sepakbola Uni Papua, seperti dilansir suaramuhammadiyah.id Yogyakarta, pada Senin (19/8).

“Dengan penandatanganan MoU yang dilakukan Muhammadiyah bersama Uni Papua, kami akan kembali menggunakan sepak bola sebagai wadah untuk mempersatukan bangsa. MoU ini juga bertujuan untuk membangun karakter bangsa, agar sepak bola bisa melahirkan masyarakat yang cinta damai, cinta persaudaraan, dan cinta keragaman,” ucapnya.

Baca: Haedar Nashir: Kebaikan Akan Kembali Pada Kita Sendiri

Menurut Haedar, dunia sepakbola bukanlah hal baru bagi Muhammadiyah. Beberapa tokoh awal PSSI merupakan kader Muhammadiyah, semisal nama Soeratin Sosrosoegondo dan Abdul Hamid BTN. Muhammadiyah juga menyumbang beberapa pemain Timnas Indonesia seperti Djamiat Dalhar hingga Maulwi Saelan.

“Muhammadiyah fokus bekerja dan tidak bersuara kencang. Jadikan sepakbola Indonesia selain maju, juga sebagai pemersatu,” ungkapnya. (aw/SM/tribun).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*