Muhammad Ali di kamp pengungsi Palestina

Muhammad Ali di kamp pengungsi Palestina

NEW YORK, LiputanIslam — Petinju legendaris, Muhammad Ali ternyata merupakan seorang pembela Palestina. Di samping mempunyai karir cemerlang di bidang tinju, Ali aktif menyuarakan perang melawan penjajahan. Dia juga pernah menolak wajib militer dalam era perang Vietnam.

“Lawan sebenarnya dari bangsaku ada di sini,” begitu perkataan terkenal Ali mengomentari wajib militer tahun 1967 di AS.

“Aku tidak akan mempermalukan agamaku, bangsaku, atau diriku sendiri dengan menjadi alat untuk menjajah mereka yang berjuang demi keadilan [rakyat Vietnam].”

“Aku tidak takut apapun dengan membela keyakinanku. Aku akan pergi ke penjara. Kita sudah dipenjara selama empat ratus tahun.”

Akibat penolakan Ali untuk bergabung dengan militer AS, Komisi Atletik New York menangguhkan lisensi tinjunya. Titel juaranya pun dicabut oleh Asosiasi Tinju Dunia di hari yang sama. Ia kemudian dipenjara selama lima tahun dan denda $10.000.

Di Juni 1985, Ali mendatangi Israel untuk menekan pemerintah untuk melepaskan 700 orang Lebanon dan tahanan Palestina  yang ditawan pasukan pendudukan.

Setelah penyakit Parkinson merenggut Ali, aktifitas sosialnya menurun. Meski dia akhirnya meninggal dunia pada tanggal  3 Juni, gerakan solidaritasnya terhadap kemanusiaan akan tetap dijalankan. (ra/minpressnews.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL