Syrian anchor Elissar Moualla shocks opposition at Geneva talksJenewa, liputanislam.com—Di antara puluhan wartawan dari berbagai negara yang meliput perundingan perdamaian Suriah di Jenewa, Elissar Moualla terlihat menonjol. Selain karena kecantikannya, dia juga sangat berani dalam mengajukan pertanyaan.

Dengan suara keras dan tegas, dia menyampaikan pertanyaan-pertanyaan tajam dan sulit, membuat delegasi Oposisi Suriah kelabakan dalam menjawab.

“Bisakah Anda ceritakan mengapa kelompok bersenjata [yang Anda dukung] menyandera perempuan dan anak-anak di Homs?” tanya Moualla kepada Jubir Oposisi.

“Anda mengklaim ingin menghentikan pertempuran, tetapi apakah Anda memiliki kendali atas kelompok-kelompok bersenjata?” dia bertanya lagi.

Konferensi di Swiss adalah pertama kalinya bagi Moualla untuk berinteraksi langsung dengan orang-orang kubu oposisi Suriah yang selama ini bercokol di luar Suriah.

“Ini adalah pertama kalinya saya melihat betapa besarnya permainan yang dilakukan banyak negara [atas nasib Suriah], dan betapa para pemberontak itu sebenarnya telah dimanipulasi,” kata Moualla kepada wartawan Aljazeera, di sela-sela waktu istirahatnya di Jenewa.

“Untuk pertama kalinya, saya kasihan pada mereka [pemberontak] karena saya menyadari betapa mereka telah tertipu. Mereka berpikir mereka berjuang untuk kemerdekaan, atau demi agama, atau demi apapun yang lain.Namun kenyataannya, mereka sebenarnya bertempur demi kepentingan negara-negara lain,” kata Moualla .

Selama masa konflik Suriah, para jurnalis yang berpihak kepada rezim sering menjadi target serangan pasukan pemberontak. Tak terkecuali Moualla. Dia sering menerima ancaman pembunuhan.

“Saya menerima ancaman telepon yang tak terhitung jumlahnya. Mereka juga mengancam akan membunuh ayah saya. Dan saya dicaci maki dengan kata-kata terburuk yang pernah ada.” (dw/al alam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL