Washington, LiputanIslam.com – Perubahan pajak AS yang diajukan oleh pemerintah Trump hanya akan memberi manfaat sederhana bagi perusahaan-perusahaan dan tidak akan menurunkan tingkat hutang AS, demikian laporan lembaga Moody’s Investors Service dalam siaran persnya pada Selasa (9/5).

Perubahan pajak yang diajukan oleh pemerintah Trump pada 26 April lalu, kata Moody’s, justru akan meningkatkan lagi kemungkinan hutang dan defisit negara.

“Pemotongan pajak yang diusulkan Trump dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek saja, pengaruhnya tidak akan berlangsung lama dan tidak akan cukup untuk mengimbangi pengurangan pendapatan pemerintah,” ujar lembaga investasi tersebut.

Trump berencana memotong pajak perusahaan menjadi lebih rendah, yaitu 15 persen dari yang sebelumnya 35 persen, dan ini akan menguntungkan perusahaan dan bank investasi. Namun Moody’s memperingatkan bahwa keuntungan bank tidak akan berarti dengan tingkat investasi yang lebih tinggi jika mereka tidak membagikan keuntungannya kepada pemegang saham.

Tarif pajak perusahaan yang lebih rendah juga akan menurunkan keuntungan perusahaan induk mereka, yang telah membayar lebih sedikit pajak daripada jumlah yang mereka bayarkan kepada pelanggan.

Moody’s memperkirakan bila rencana perubahan kebijakan pajak ini diterapkan, akan terjadi kenaikan hutang fiskal dan defisit negara. (AL/Sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL