monsantoSt. Louis, LiputanIslam.com — Perusahaan agrokimia raksasa asal AS, Monsanto membantah laporan organisasi kesehatan dunia WHO yang menyebutkan produk herbisidanya yang terkenal, Roundup, kemungkinan menimbulkan kanker.

Seperti dilansir BBC News, Sabtu (21/3), organisasi ‘underbow’ WHO, International Agency for Research on Cancer (IARC), dalam studi terakhirnya menyebutkan bahwa ‘ada bukti-bukti kuat’ bahwa zat glyphosate di dalam produk Roundup telah mendorong munculnya kanker di binatang-binatang percobaan.

Monsanto menyebut bahwa data-data ilmiah tidak mendukung klaim IARC dan mendesak dilakukannya pertemuan untuk menjelaskan temuan-temuan tersebut.

“Kami tidak tahu bagaimana IARC bisa mendapatkan kesimpulan seperti itu, yang secara dramatis bertolak belakang dengan kesimpulan yang diperoleh semua lembaga berwenang di dunia,” kata Philip Miller, salah seorang eksekutif Monsanto dalam pernyataanya menanggapi laporan IARC yang dipublis di jurnal ilmiah Lancet Oncology hari Jumat (20/3).

Menurut laporan itu zat Glyphosate digunakan di lebih dari 750 produk, menyebar ke udara air dan makanan, setelah disemprotkan. Zat ini diketahui terdapat di dalam darah dan air kencing para pekerja pertanian.

IARC mengelompokkan zat-zat penyebab kanker ke dalam 4 kelompok. Glyphosate berada di level kedua, ‘kemungkinan atau kemungkinan karsinogen’. Kelompok lainnya adalah ‘carcinogens’, ‘kemungkinan bukan karsinogen’ dan ‘tidak bisa diklasifikasikan’.

Glyphosate, yang ditemukan oleh para ahli Monsanto pada tahun 1974, dikenal luas sebagai bahan pokok herbisida yang digunakan untuk memerangi rumput liar yang mengganggu produk-produk pertanian. Pada tahun 2013 badan pengawas lingkungan AS, Environmental Protection Agency (EPA) menyetujui penggunakan zat tersebut. Terkait dengan laporan IARC, EPA mengatakan akan melakukan evaluasi atas laporan itu.

Glyphosate juga banyak digunakan dalam jagung dan kedelai yang termodifikasi secara genetis (GMO), sehingga risiko penyebaran zat ini semakin luas. Demikian laporan IARC menyebutkan.

Bulan lalu LSM lingkungan terkemuka AS, Natural Resources Defense Council (NRDC), mengajukan tuntutan terhadap EPA yang dianggap mengabaikan bahaya glyphosate.

Sementara itu dalam laporan Center for Food Safety baru-baru ini disebutkan bahwa produk Monsanto itu telah mengakibatkan matinya 90% populasi kupu-kupu monarch di AS, karena produk itu membunuh rumput milkweed tempat kupu-kupu itu meletakkan telurnya.

Monsanto juga telah lama dikenal sebagai perusahaan pencemar lingkungna hidup di dunia, dengan produk-produknya yang terbukti merusak lingkungan, seperti agent orange, dioxide dan PCB, yang telah meracuni jutaan orang di seluruh dunia.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*