pendaratan paksaJakarta, LiputanIslam.com — Kecilnya denda yang diberikan kepada pesawat asing yang melintas terotorial Indonesia tanpa izin, juga mengundang keprihatinan dari Panglima TNI, Jenderal Moeldoko. Dia meminta, pesawat pelanggar diberi sanksi berat.

“Persoalannya adalah permasalahan hukum yang harus dibenahi. Pesawat kita ini Sukhoi begitu terbang setidaknya butuh 400 juta untuk satu jam terbang. Tapi begitu kita force down dia, dia hanya bayar Rp 60 juta ke negara. Kan rugi kita. Harus Rp 60 miliar baru top tambah dipenjara,” ujar Moeldoko saat mengunjungi Pameran Indo Defence di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (6/11/2014), seperti dilansir Lampost.co.

Senada dengan Moeldoko,  Presiden Joko Widodo juga manyatakan sanksi yang lebih berat harusditerapkan bagi pesawat asing yang tidak menghormati wilayah teritorial Indonesia.

“Baik di laut atau di udara, harus diperberat (sanksinya) agar tidak diulangi lagi,” ujar Jokowi, Jumat (7/11/2014).

Untuk merealisasikannya, mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta kepada kementerian terkait dan aparat untuk menerapkan sanksi berat tersebut. Namun, Jokowi tidak menjabarkan seperti apa sanksi berat yang ia maksud.

“Itu sudah masuk ke dalam urusan kementerian. Yang pasti harus dibuat berat,” kata Jokowi.

Seperti diketahui, dalam beberapa hari terakhir, TNI AU berhasil menyergap beberapa pesawat asing yang melintasi teritorial Indonesia tanpa izin, seperti pesawat Australia dan Singapura. (Baca: Dalam Sepekan, TNI AU Tangkap Dua Pesawat Asing)

Tak lama beselang, jet nakal milik Saudi Arabia kembali harus tunduk saat dikepung Sukhoi TNI AU, dan lagi-lagi, jet pribadi tersebut ternyata tidak memiliki izin terbang. (Baca: Jet Nakal Arab Saudi Keok)

Dan kejayaan TNI AU tersebut, rupanya diikuti oleh TNI AL. Dalam sepekan terakhir, TNI AL berhasil menundukkan lima kapal asing yang memasuki perairan Indonesia. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL