orion mendaratMiami, LiputanIslam.com — Modul luar angkasa yang dirancang untuk melakukan perjalanan ke Planet Mars, Orion, berhasil melakukan ujicoba pendaratan di Teluk Mexico, Sabtu (6/12).

Video yang dirilis NASA memperlihatkan modul tersebut turun secara perlahan di bawah parasut sebelum menyentuh air laut. Kapal-kapal pendukung dan para penyelam kemudian bergerak mendekat untuk memberikan bantuan.

Sebagaimana laporan BBC News, peluncuran ujicoba yang berlangsung selama 4,5 jam hari Jumat (5/12) ditujukan untuk memastikan keamanan beberapa perlengkapan intinya seperti pelapis anti-panas di permukaan Orion dan parasut.

“Itulah pesawat luar angkasa baru Anda, Amerika,” teriak pejabat pengendali misi Rob Navias ketika Orion mendekati permukaan laut.

“Sulit untuk mendapatkan hari yang lebih indah dari hari ini,” kata Mark Geyer, menejer program ujicoba kepada reporter.

Orion diluncurkan dengan roket Delta IV-Heavy dari pusat peluncuran luar angkasa Cape Canaveral di Florida, AS, pukul 07:05 waktu setempat. Setelah meluncur hingga ketinggian 6.000 km, Orion pun melepaskan diri dari roket peluncurnya untuk terbang kembali ke bumi setelah memutari bumi 2 kali.

Saat memasuki atmosfir, kecepatan Orion mencapai 30.000 km per-jam sehingga membakar bagian bawahnya hingga mendekati suhu 2.000 derajat celcius, cukup untuk meleburkan besi baja.

Inilah salah satu ujicoba terpenting Orion, menguji daya tahan material pembalut Orion yang terbuat dari bahan keramik khusus.

Orion memiliki bentuk seperti kapsul-kapsul Apollo yang membawa manusia ke bulan pada tahun 1960-an dan 1970-an. Hanya saja ukurannya lebih besar dan dengan teknologi yang lebih rumit. Orion dibangun bersama roket terbaru Delta yang akan memulai penerbangan perdananya pada tahun 2017 atau 2018. Bersama modul Orion, roket ini dirancang untuk bisa membawa manusia ke tempat paling jauh yang pernah dijangkau, yaitu hingga Planet Mars.

Namun, meski roket pembawa dan Orion telah siap, program pendaratan manusia ke Mars kemungkinan baru akan bisa dilakukan pada tahun 2030-an, karena perlengkapan pendarat untuk membawa manusia ke permukaan Mars hingga saat ini belum dibuat.

Saat ini di orbit Planet Mars terdapat 4 satelit yang diluncurkan dari bumi, 2 milik AS, 1 milik Uni Eropa dan satelit terakhir milik India.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL