modiNew Delhi, LiputanIslam.com — Perdana Menteri India Narendra Modi menyebutkan bahwa India telah dipermalukan oleh banyaknya aksi-aksi pemerkosaan. Pernyataan itu disampaikan Modi dalam upacara menyambut kemerdekaan India, Jumat (15/8).

Sebagaimana laporan BBC News, dalam pidato tanpa teks selama satu jam, Modi menyerukan tanggungjawab orang tua atas tindakan-tindakan anak-anaknya dan mengajak mereka untuk mengajarkan anak-anak mereka pelajaran tentang kebaikan dan kejahatan. Modi juga menjanjikan untuk membangun toilet di semua sekolah.

Selama upacara yang digelar di bangunan kuno Benteng Merah (Red Fort) di New Delhi itu ribuan polisi dikerahkan ke setiap sudut kota untuk menjaga keamanan.

Untuk pertama kalinya sejak bertahun-tahun yang lalu, Modi menjadi perdana menteri yang berpidato tanpa berlindung di balik kaca anti-peluru.

Selama bertahun-tahun pidato hari kemerdekaan oleh kepala pemerintahan India diisi oleh ancaman terhadap negara tetangga, Pakistan, atau retorika yang mengundang simpati dan dukungan publik. Modi menggantinya dengan masalah-masalah sosial dan keluarga.

Modi mengkritik angka rasio penduduk pria-wanita di India yang dianggapnya tidak berimbang dengan jumlah kelahiran wanita yang lebih sedikit. Ia pun mendesak para dokter untuk menghentikan praktik aborsi terhadap bayi wanita dan para orang tua untuk tidak membeda-bedakan jenis kelamin anak-anak mereka.

Bagi masyarakat India dengan budaya maternalismenya yang masih cukup kuat, memiliki anak perempuan berarti memiliki beban hidup yang lebih berat karena ketika harus menikah, orang tua pihak wanita-lah yang harus “melamar” calon pengantin pria.

Dalam kesempatan itu Modi juga memuji-muji atlit-atlit wanita India yang berhasil memenangkan 29 medali dalam kompetisi olahraga negara-negara persemakmuran Inggris, Commonwealth Games 2014.

Modi juga mengungkapkan kejengkelannya pada berbagai keburukan yang masih terdapat pada masyarakat India, termasuk buang hajat di tempat terbuka. Untuk itu ia menyerukan dilakukannya pembantunan toilet-toilet umum, termasuk di semua sekolah.

Untuk pertama kalinya pula, dalam pidato kemerdekaan itu Modi tidak menyinggung-nyinggung tentang Pakistan.

Tentang tingginya angka perkosaan di India, Modi mengatakan, “Ketika kita mendengar aksi-aksi perkosaan itu, kita merasa tercela.”

Sekitar 10.000 warga menghadiri upacara kemerdekaan India, berbeda dengan tahun lalu yang hanya dihadiri oleh para pejabat. Mantan Perdana Menteri Manmohan Singh dan istri juga hadir dalam upacara itu.

Modi mendesak para politisi dan pengusaha membantu pemerintah untuk membangun toilet-toilet umum, khususnya bagi para wanita, dan membangun desa-desa yang sehat.

Di bidang ekonomi, Modi menyatakan tekadnya untuk membantun India menjadi negara industri manufaktur dan mengubahnya dari negara berbasis impor menjadi negara eksportir. Modi juga menjanjikan akses perbankan yang lebih besar kepada pengusaha kecil.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL