foto: surakarta.go.id

foto: surakarta.go.id

Jakarta, LiputanIslam.com — Esemka, mobil produksi lokal yang meroketkan popularitas Presiden Joko Widodo, dilaporkan akan segera memulai produksi massal tahun depan.

Juru bicara produsen mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka), Sabar Budi Samekto, mengungkapkan bahwa perusahaannya telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Cina Beijing Automotive Group Co Ltd (BAIC) di awal bulan ini.

“Kami berharap produksi mobil Esemka akan meningkat menjadi sekitar 500 unit per bulan,” kata Sabar akhir pekan lalu, seperti dilansir thejakartapost.com, 9 Desember 2014.

Ia menambahkan bahwa sejauh ini perusahaan telah menghasilkan 300 mobil. Kerja sama dengan berbagai pihak, menurut Sabar, adalah cara mewujudkan janji untuk menghasilkan semua komponen mobil dalam negeri.

“Pada tahap ini kami memang akan merakit mobil dengan beberapa komponen yang berasal dari BAIC. Di masa depan mudah-mudahan kedepannya kami benar-benar memproduksi mobil yang benar-benar dibuat di Indonesia, “kata Sabar.

Mobil Esemka pertama, sebelumnya disebut Kiat Esemka, diproduksi oleh siswa SMK 1 Trucuk, sebuah sekolah menengah kejuruan yang dikelola pemerintah di Klaten, Jawa Tengah, pada tahun 2011.

Seperti diketahui, mobil Esemka menjadi pemberitaan setelah Jokowi, Walikota Solo saat itu, menggunakan mobil Esemka sebagai kendaraan dinasnya.

Mobil-mobil menjalani uji emisi dua kali pada tahun 2012 di Serpong Propulsion dan motor Termodinamika Pusat (BTMP) di Tangerang Selatan sebelum dinyatakan lulus tes pada pertengahan 2012 dengan standar Euro 2 car. Namun, proyek produksi mobil Esemka dilaporkan mangkrak, setelah Jokowi terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012.

Sabar mengatakan bahwa mobil Esemka terus diproduksi di 10 lokasi yang berbeda di seluruh Jawa. Menurut dia, rata-rata 10 unit Esemka telah diproduksi setiap bulan sejak tahun 2013. Model sport utility vehicle (SUV) dijual seharga Rp 140 juta, sedangkan model pick-up ditawarkan dengan harga Rp 65 juta.

Secara terpisah, Rektor UMS Bambang Setiaji mengatakan bahwa universitas telah menyiapkan lahan seluas 4 hektar di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah untuk produksi Esemka. Menurut dia, lahan yang disediakan adalah bukti keseriusan UMS dalam menindaklanjuti kerjasama dengan PT Esemka dan BAIC.

Ia mengatakan UMS telah memutuskan untuk mendukung langkah untuk memproduksi massal mobil Esemka untuk menstimulasi kebangkitan ide produksi nasional mobil Indonesia, yang telah berulang kali dicoba tetapi sejauh ini belum menunjukkan hasil yang mengembirakan.

Ia juga menyebutkan, untuk membuat program produksi  mobil nasional, diperlukan intervensi pemerintah. Salah satu cara untuk melakukannya, menurut Bambang, adalah dengan mendorong para pejabat negara untuk menggunakan mobil nasional untuk transportasi mereka sendiri.

“Pemerintah harus mendorong orang untuk menggunakan mobil nasional,” kata Bambang. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL