Muslim-women-in-Germany-007Berlin, LiputanIslam.com — Guru perempuan Muslim di Jerman boleh mengenakan hijab dalam kelas selama hal itu tidak menimbulkan gangguan di sekolah, demikian keputusan Mahkamah Konstitusi Jerman yang diperkirakan akan memicu debat mengenai gejala Islamisasi sebagaimana disebut-sebut kelompok nasionalis ekstrim.

Mahkamah Konstitusi membatalkan pelarangan bagi guru mengenakan hijab yang dikenakannya tahun 2003, sehingga sekolah-sekolah di beberapa negara bagian Jerman melarang hijab, namun mengizinkan penggunaan simbol-simbol Kristen seperti salib dan kebiasaan para biarawati.

Sidang di Karlsruhe dimana seorang perempuan Muslim dilarang mengajar karena mengenakan hijab, mengatakan bahwa simbol-simbol keagamaan hanya dilarang ketika hal itu nyata-nyata menimbulkan gangguan di sekolah, dan bukan hanya sekedar “risiko tersembunyi”.

“Ini saat yang tepat bagi kebebasan beragama,” kata Volker Beck, legislator dari partai oposisi Greens, seperti dilansir Antara, Jumat petang (13/3).

Ia berpendapat bahwa penutup kepala yang dikenakan wanita maupun pria Muslim, Yahudi dan Kristen tidak terlalu menjadi ancaman bagi masyarakat Jerman dibandingkan “penentang keberagaman” seperti sayap kanan Alternatif untuk Jerman (AfD), neo-Nazi, dan ekstrimis Muslim Salafi.

Kepala Badan Anti-Diskriminasi Federal Christine Lueders menyambut baik keputusan itu, demi “menegakkan kebebasan beragama di Jerman”. Dengan pendidikan yang dilaksanakan di 16 negara bagian Jerman, ia menyerukan kepada otoritas daerah untuk mengkaji kembali aturan-aturan yang relevan.

Namun, harian di Berlin, TAZ, memperingatkan bahwa kelompok anti-Islam PEGIDA, yang mulai melakukan aksi-aksi kecil di Dresden dan segera melakukan aksi serupa di seluruh Jerman, akan menangkap keputusan itu untuk memperlihatkan bahwa Eropa tengah diambil alih oleh Islam.

“PEGIDA akan merayakan ini,” tulis TAZ di halaman muka, di bawah sebuah foto hijab warna-warni di sebuah etalase toko di Berlin.

Antusiasme PEGIDA (Patriot Eropa Menentang Islamisasi Barat) melempem setelah anggota-anggotanya kalah jumlah dari pengunjuk rasa antirasis dan pendiri PEGIDA Lutz Bachmann berpose dalam foto dengan kumis ala Hitler.

Kanselir Angela Merkel menuding PEGIDA telah menebarkan kebencian terhadap kaum imigran, yang menurut dia sangat dibutuhkan oleh Jerman yang saat ini mengalami kekurangan tenaga kerja serta meningkatnya populasi usia lanjut, demikian Reuters melaporkan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*