mitsubishi simon wiesenthalLos Angeles, LiputanIslam.com — Perusahaan raksasa Jepang Mitsubisi meminta ma’af secara resmi kepada rakyat AS atas praktik kerja paksa tawanan perang AS dalam Perang Dunia II. Ini adalah pernyataan ma’af pertama oleh perusahaan Jepang terkait dengan peristiwa Perang Dunia II.

Sekitar 500 tawanan perang asal AS dipaksa bekerja di beberapa pertambangan Jepang selama perang. Salah satu pertambangan itu adalah milik Mitsubishi.

Permintaan ma’af itu disampaikan oleh pejabat eksekutif senior Hikaru Kimura, dalam sebuah upacara di Los Angeles, Minggu (19/7), seperti dilaporkan BBC News.

Seorang mantan tawanan perang, James Murphy (94 tahun), menerima permintaan ma’af tersebut dalam upacara itu.

“Ini adalah hari kemenangan, selama 70 tahun kami merindukan ini,” katanya.

“Saya mendengarkan dengan seksama pernyataan ma’af Mr Kimura dan percaya itu adalah pernyataan yang jujur, rendah hati dan terbuka,” tambah Murphy.

Beberapa keluarga mantan tawanan perang juga hadir dalam acara yang digelar di Simon Wiesenthal Centre itu.

Beberapa pejabat pemerintah Jepang, yang telah meminta ma’af kepada para tawanan perang 5 tahun yang lalu, mengatakan langkah Mitsubishi itu sebagai ‘langkah penting’ menjelang peringatan ke-70 tahun berakhirnya Perang Dunia II pada bulan Agustus mendatang.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL