LiputanIslam.com Pada pemilu legislatif kali ini, mayoritas masyarakat Indonesia tidak mengenal siapa calon legislatifnya. Mereka hanya melihat caleg dari baliho-baliho yang terpampang dan tertempel di pohon, jembatan, dinding rumah-rumah mereka tanpa mengenal lebih dalam sosok, keahlian, elektabilitas, dan visi misinya. Diharapkan para caleg lebih proaktif dan bekerja keras untuk terjun ke masyarakat memperkenalkan diri mereka.

Pada pemilu legislatif sebelumnya, survei indikator politik Indonesia menunjukkan bahwa sebesar 6,7 persen pemilih yang mengenal secara baik calon legislatif dari partai yang bakal dipilihnya. Sebesar 40 persen dari 2.050 responden survei tersebut mengaku hanya tahu sebagian kecil kandidat legislator. Sedangkan 48,7 persen pemilih tidak mengenal sama sekali siapa calon legislatifnya. Dan sisanya menolak untuk menjawab pertanyaan survei.

Dari jenis kelamin pun, sebesar 91,3 persen perempuan hanya mengenal sedikit atau tidak mengenali sama sekali para kandidat. Sementara 87 persen laki-laki juga sama, hanya sedikit atau tidak mengenali sama sekali para kandidat. Pada pemilu legislatif kali ini pun tidak jauh berbeda. Puluhan para kandidat baru yang hanya muncul di baliho dan flyer tanpa bertatap muka langsung dengan masyarakat yang akan memilih mereka.

Menurut hasil survei LSI Denny JA yang dirilis pada Jumat kemarin (5/4), hal itu menyebabkan pengaruh caleg tidak begitu kentara terhadap elektabilitas partai pengusung. Hanya sebesar 25,8 persen masyarakat yang menyatakan diri mengenal caleg yang akan dipilih, sementara 70,6 persen masyarakat tidak mengenal caleg yang akan dipilihnya. (Ayu/Tempo/Detik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*