PAlestine woman

Sumber foto: Presstv

Al-Quds, LiputanIslam.com — Sekitar 80.000 warga Palestina di  al – Quds Yerusalem dilaporkan tidak mendapatkan air selama tiga hari. Menurut laporan oleh Middle East Monitor pada Sabtu (8/3), dinyatakan bahwa perusahaan air Israel Gihon telah mengumumkan pada hari Jum’at (7/3);

 “Sekitar 80.000 warga Palestina di empat komplek Arab,  Yerusalem, dan di daerah pinggiran menderita tanpa  air selama tiga hari,” demikian pernyataan tersebut.

Perusahaan Israel Gihon mengatakan alasan pemotongan pasokan air disebabkan oleh infrastruktur air di lingkungan. Sementara itu, penduduk di kamp-kamp pengungsi Palestina Su’fat, Ras Khamis dan Ras Shihadeh, serta al- Salam di pinggiran, mereka mengatakan mengalami kekurangan air selama beberapa hari.

Para penduduk mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa puluhan ribu pengungsi Palestina dan warga telah tanpa air di tiga lingkungan sejak awal pekan lalu.

Mereka  menyalahkan perusahaan air Israel, satu-satunya perusahaan yang  memasok air ke al- Quds, “Mereka mulai mengurangi jatah air sejak dua minggu yang lalu, dan akhirnya pasokan air benar-benar berhenti.”

Khalid al – Khaldi  wakil kepala komite populer di Su’fat pada kamp pengungsi mengatakan “Ada sekitar 23.000 pengungsi Palestina dan warga di kamp dan mereka tidak memiliki air selama tiga hari. Sedangkan di Ras Shihadeh, belum ada air selama 20 hari.” Khaldi menyalahkan Badan PBB (UNRWA) atas masalah air ini. (LiputanIslam.com/presstv/af)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL