militer thailandBangkok, LiputanIslam.com — Rezim militer Thailand hari Kamis (29/5) membebaskan 31 tokoh politik yang ditahan. Di antara mereka adalah perdana menteri interim Niwatthamrong Boonsongpaisan dan mantan menlu Surapong Tovichakchaikul.

Boonsongpaisan, mantan menteri perdagangan kabinet Yingluck Shinawatra, adalah pejabat sementara perdana menteri ketika militer melakukan kudeta tanggal 22 Mei lalu. Ia ditunjuk Yingluck sebagai penggantinya setelah Yingluck dipecat oleh Mahkamah Konstitusi tanggal 7 Mei lalu karena dianggap telah melakukan “penyalahgunaan kewenangan”.

Militer yang memberlakukan keadaan darurat dan membatalkan konstitusi serta mengambil alih pemerintahan, sejauh ini menyatakan telah memanggil 280 tokoh politik. Sebanyak 200 orang, termasuk mantan perdana menteri Yingluck Shinawatra, memenuhi panggilan dan 80 sisanya menolak.

Sebagian besar dari mereka yang melapor tersebut sempat menjalani penahanan. Militer menyebut 155 di antaranya telah dibebaskan kembali, termasuk Yingluck. Mereka dilepaskan setelah membuat pernyataan untuk tidak melakukan kegiatan politik sementara waktu. Namun meski bebas, para politisi tersebut masih diharuskan melaporkan diri secara rutin dan mendapatkan pengawasan ketat oleh militer.

Pada hari Senin (26/5), pemimpin kudeta Jendral Prayuth Chan-ocha mengatakan kepada pers bahwa belum ada jadwal yang ditetapkan untuk menyelenggarakan pemilu. Sebaliknya ia menegaskan bahwa junta militer akan membentuk komisi yang akan merancang program reformasi.

Beberapa kelompok aktifis menggelar aksi demonstrasi terbatas menentang kudeta dalam beberapa hari terakhir. Namun pada hari Kamis (29/5) militer menutup kawasan favorit para demonstran, monumen Bangkok. Militer sendiri telah menyatakan tidak akan mentolerir aksi-aksi menentang kudeta.(ca/cnn)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL