Syria-army-troopsDamaskus, LiputanIslam.com — Militer Suriah terus melakukan pembersihan terhadap para pemberontak di berbagai wilayah. Di kota Deir al-Zour, Aleppo dan Homs  militer berhasil mengusir pemberontak dan merampas senjata-senjata mereka setelah terlibat dalam pertempuran sengit yang menewaskan sejumlah besar pemberontak.

Menurut laporan kantor berita Suria SANA, kemarin (3/3),
militer berhasil menimbulkan kerugian besar bagi pemberontak dalam operasi pembersihan yang dilakukan di Aleppo dan wilayah-wilayah sekeliling bekas kota perdagangan terbesar di Suriah ini. Operasi serupa juga berhasil dilakukan di Homs.

Kemajuan militer Suriah ini terjadi setelah para pemberontak dari kelompok teroris Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) menyerang Desa Tel Marouf, yang terletak di pinggir kota Qamishli, membunuhi warganya yang tidak bersalah, dan membakari rumah-rumah penduduk. Di antara rumah yang dibakar adalah rumah peninggalan sufi terkenal Suriah, Sheikh Khaznawi.

Tel Marouf dihuni oleh mayoritas penduduk keturunan Kurdi.

Dalam aksi tersebut para teroris ISIL juga menculik 50 warga desa tersebut, yang di antaranya termasuk wanita dan anak-anak.

Sejak meletusnya konflik di Suriah bulan Maret 2011, setidaknya sudah 130.000 warga Suriah telah tewas dan jutaan penduduk Suriah lainnya terpaksa harus meninggalkan kampung halamannya. Negara-negara barat dan sekutu-sekutu regionalnya seperti Turki, Qatar, Saudi, dan Yordania diketahui berada di belakang aksi pemberontakan yang menghancurkan salah satu negara paling maju di tanah Arab tersebut.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*