bokoharam--621x414Abuja, LiputanIslam.com — Pejabat Militer tertinggi Nigeria, Marsekal Alex Badeh, mengklaim telah menyepakati gencatan senjata dengan kelompok Boko Haram dan menyebutkan bahwa para pelajar putri yang ditawan kelompok itu akan segera dibebaskan.

Sekitar 200 pelajar putri tersebut diculik Boko Haram bulan April lalu di kota Chibok, negara bagian Borno. Aksi ini mengundang perhatian global atas kekejaman kelompok itu, sekaligus kritikan terhadap militer Nigeria dalam menjaga keamanan negara.

Militer mengklaim telah mengetahui keberadaan para tawanan itu di hutan Sambisa, dekat perbatasan dengan Kamerun. Namun mereka menolak melakukan aksi militer untuk membebaskan mereka karena khawatir terjadinya korban.

Menanggapi klaim ini, para aktifis gerakan online “Bring Back Our Girls” mengatakan, “Kami memonitor kabar ini dengan harapan besar,” kicau mereka di Twitter.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Jumat (17/10), Marsekal Badeh mengumumkan hal itu di sela-sela pertemuan keamanan Nigeria dengan Kamerun di Abuja. Ia menyebutkan bahwa militer Nigeria akan patuh dengan kesepakatan itu.

Sementara itu penasihat kepresidenan Hassan Tukur mengatakan kepada BBC “Focus on Africa” bahwa kesepakatan itu tercapai setelah melalui perundingan intensif selama sebulan. Dalam perundingan itu delegasi pemerintah bertemu dengan utusan Boko Haram sebanyak 2 kali.

Tukur menyebutkan bahwa Boko Haram telah terlebih dahulu mengumumkan gencatan senjata sepihak pada hari Kamis (16/10).

“Mereka telah memastikan kepada kami bahwa para pelajar itu bersama mereka, dan mereka akan dilepaskan segera. Saya cukup optimis,” kata Tukur.

Namun ia menambahkan bahwa realisasi pembebasan tersebut akan ditentukan dalam pertemuan lanjutan yang akan digelar di ibukota Chad, Ndjamena, minggu depan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL