militer myanmarNaypyidaw, LiputanIslam.com — Pemimpin militer Myanmar yang secara ‘de facto’ menjadi orang terkuat negara itu, hari Senin (21/9) menyatakan akan menyambut peluang perempuan untuk menjadi presiden. Hal itu menjadi isyarat bahwa tentara akan mendukung Aung San Suu Kyi untuk menjadi presiden mendatang, meski berdasar konstitusi ia dilarang menduduki jabatan itu karena bersuami warga asing dan anaknya juga masih menjadi warga Inggris.

Myanmar akan melaksanakan pemilihan anggota parlemen pada November mendatang, dan meskipun Liga Bangsa untuk Demokrasi-nya yang dipimpin Suu Kyi diperkirakan meraih keberhasilan, Suu Kyi akan terganjal untuk menjadi presiden karena faktor konstitusi.

Dalam wawancara langka dengan media setempat dan asing, Jendral Min Aung Hlaing menyatakan tidak memiliki masalah dengan negara itu pada satu hari dipimpin wanita.

“Saya menyambut mereka. Pria atau wanita menjabat, saya menyambut mereka,” kata panglima tentara itu pada pertemuan di markas tentara di ibu kota, Naypyidaw.

“Kami tiba di sini pada tahap ini karena ibu kami membimbing kami,” katanya, dengan menambahkan bahwa ia juga memilih wanita untuk jabatan tinggi di Tatmadaw (tentara).

“Banyak perempuan perwira di Tatmadaw kami sekarang. Kami melihat mereka juga sangat mampu,” katanya.

Sekitar 30 juta pemilih diperkirakan mendatangi tempat pemungutan suara pada 8 November untuk yang pengamat harapkan menjadi pemilihan umum paling bebas dalam beberapa dasawarsa.

Myanmar bertahun-tahun di bawah penguasa keras, yang menghancurkan lawan dan merusak perekonomian sementara memperkaya segelintir perwira tinggi tentara.

Pada 2011, pemerintah tentara memberi jalan pemerintahan pembaru warga, yang dikuasai mantan jenderal, yang menyebabkan pencabutan sebagian besar hukuman Barat dan menjanjikan pemilihan umum.

Pemungutan suara pada November itu akan menjadi pemilihan umum pertama dalam seperempat abad akan diikuti NLD.

Tapi, tentara akan terus memegang pengaruh politik penting, bahkan jika lawan menyapu hasil pemilihan umum, karena 25 persen kursi parlemen akan masih disiapkan untuk tentara.

Pemimpin berikut negara itu dipilih tiga bulan sesudah pemilihan umum tersebut. Tiga calon akan diajukan dan dipilih oleh kedua kamar parlemen dan tentara, demikian AFP seperti dilansir Antara, Selasa (22/9).(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL