militer-mesir-_130708161650-711

Sumber foto: Republika

Kairo, LiputanIslam.com — Sejumlah pria bersenjata tak dikenal melepaskan tembakan ke arah tempat pemeriksaan pos militer Mesir di dekat Kairo pada Sabtu. Serangan tersebut tmenewaskan enam personel, seperti yang dilaporkan Reuters. Serangan ini merupakan kali kedua dalam tempo tiga hari dari serangan yang pertama. Militer menyalahkan Ikhwanul Muslimin, yang merupakan partai pendukung mantan Presiden Muhammad Morsi yang sudah terguling.

Mesir telah dilanda gelombang pemberontakan dari kelompok IM.  Pasca Morsi tumbang dan kerusahan meletus, menurut Reuters konflik ini sudah menelan korban jiwa sebanyak 300 orang. Tentara merilis sebuah pernyataan tak lama kemudian, menyalahkan Ikhwanul  Muslimin.

Akan tetapi pemimpin Amr Darrag membantah tuduhan itu. “Saya mengutuk pembunuhan terhadap tentara Mesir. Bagaimana mungkin  Ikhwanul Muslimin dituduh melakukan semua itu hanya  beberapa menit setelah serangan,  tanpa melakukan investigasi terlebih dahulu” katanya di Twitter .

Pemerintah yang didukung oleh militer mengutuk serangan itu dan mengatakan bertekad untuk memerangi serangan militan. Para analis memperkirakan serangan terhadap pasukan keamanan akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang ketika pemilihan presiden yang dijadwalkan untuk berlangsung.

Kelompok militan yang berbasis di Sinai yaitu Ansar Bayt al – Maqdis telah mengaku bertanggung jawab atas serangkaian serangan pada pejabat keamanan senior,  termasuk upaya pembunuhan terhadap menteri dalam negeri tahun lalu.

Kelompok ini mengumumkan di website jihadis ‘ pada hari Sabtu bahwa salah satu pendirinya Mohamed Tawfik Farej , dikenal di kalangan pengikutnya oleh Abi Abdellah , telah meninggal empat hari lalu ketika kecelakaan mobil meledakkan bom yang ada dalam kendaraan. (LiputanIslam.com/republika/reuters/af)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*