military spokesmanKairo, LiputanIslam.com — Perpecahan tampaknya telah terjadi di tubuh pemerintahan Mesir perihal pencalonan Jendral Al Sisi sebagai kandidat presiden mendatang. Menyusul pemberitaan media Kuwait “Seyassah” yang dikutip berbagai media lainnya tentang pencalonan Al Sisi hari Rabu (5/2), jubir militer Mesir Kolonel Ahmad Ali mengatakan kemarin (6/2) bahwa informasi tersebut “tidak akurat”.

Menurut Kolonel Ali, pernyataan tentang kepastian pencalonan Al Sisi adalah bukan pernyataan langsung Jendral Al Sisi, melainkan “penafsiran” wartawan yang menuliskannya. Sebelumnya “Seyassah” menuliskan bahwa Al Sisi tidak memiliki alternatif lain selain mengikuti kehendak rakyat untuk mencalonkan diri sebagai presiden Mesir mendatang.

Pada tgl 27 Januari lalu dewan tertinggi militer Mesir, Supreme Council of Armed Forces, telah memberikan dukungan bagi pencalonan Al Sisi, Para jendral dalam lembaga itu mengatakan bahwa langkah untuk mendukung pencalonan Al Sisi adalah “mandat dan kewajiban yang dikehendaki rakyat”. Namun 3 hari kemudian menteri kerjasama internasional Ziad Bahaa-Eldin mengundurkan diri dari jabatannya karena memprotes langkah pencalonan Al Sisi.

Dalam konperensi pers yang digelar di Saudi Arabia pada hari Rabu (5/2) Perdana Menteri Ad Interim Hazem El-Beblawi mengatakan bahwa saat ini di kabinetnya terdapat 2 jabatan yang kosong dan angkanya akan bertambah jika Al Sisi mencalonkan diri sebagai kandidat presiden.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL