militer libyaTripoli, LiputanIslam.com — Militer Libya hari Minggu (18/1) mengumumkan gencatan senjata terbatas dengan kelompok-kelompok militan, 2 hari setelah pengumuman yang sama dilakukan oleh beberapa kelomppok milisi di Libya barat. Gencatan senjata ini dimulai pada Senin dinihai (19/1) waktu setempat.

Militer mengatakan pihaknya akan menghentikan tembak-menembak, namun akan terus “memburu teroris”. Demikian laporan BBC News, Senin (19/1).

Langkah ini juga sejalan dengan putaran pertama pembicaraan perdamaian yang disponsori PBB di Genewa minggu lalu untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di Libya paska tumbangnya regim Moammar Ghadaffi tahun 2011 lalu.

Militer yang loyal pada pemerintahan yang diakui masyarakat internasional tengah terlibat konflik sengit di berbagai wilayah di Libya. Pada hari Jumat (16/1) aliansi kelompok-kelompok milisi yang menguasai Tripoli mengumumkan gencatan senjata sepihak.

Aliansi milisi “Fajar Libya” juga juga mengumumkan akan membuka jalur penyelamat untuk menjamin keamanan bagi misi bantuan kemanusiaan. Demikian kantor berita AFP melaporkan sebagaimana dikutip BBC News.

Setelah pengumuman gencatan senjata itu, militer Libya mengatakan akan memonitor situasi untuk “mencegah setiap pergerakan persenjataan dan amunisi” yang akan membatalkan gencatan senjata.

Menurut BBC gencata senjata itu tidak menjamin berhentinya pertempuran di Benghzi, dimana militer terlibat pertempurang sengit dengan milisi-milisi bersenjata.

Misi PBB di Libya menyebut gencatan senjata itu sebagai “kontribusi yang signifikan” bagi perdamaian.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*