colombiaBogota, LiputanIslam.com — Militer Kolombia berhasil menggagalkan upaya sabotase terhadap pipa minyak yang dilakukan oleh kelompok bersenjata. Mereka juga mengklaim berhasil membunuh salah satu dari mereka.

“Seorang anggota ELN bersenjata ilegal kehilangan nyawanya saat operasi militer berusaha menetralkan serangan terhadap pipa minyak itu,” kata militer dalam pernyataan resmi, Senin (9/6).

Bentrokan terjadi di Arauca, satu provinsi yang berbatasan dengan Venezuela di mana Tentara Pembebasan Nasional (ELN), kelompok pemberontak terbesar kedua di negara itu, aktif.

Namun pernyataan tersebut tidak mengungkapkan kapan tepatnya serangan tersebut terjadi. Demikian sebagaimana diberitakan kantor berita Perancis, AFP.

Industri minyak Kolombia yang sedang booming kini telah menjadi target utama serangan, penyanderaan dan sabotase ELN. Sementara FARC, kelompok gerilyawan terbesar di negara itu, sedang dalam pembicaraan perdamaian dengan pemerintah, tetapi sejauh ini perundingan itu tidak melibatkan ELN.

Dengan pemilihan presiden Kolombia yang kini memasuki putaran kedua hari Minggu (8/6), FARC telah mengumumkan gencatan senjata sepihak pada hari Senin (9/6). Tetapi ELN belum bergabung dengan gencatan senjata itu.

Kelompok gerilyawan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) sebelumnya pada Kamis (5/6) menyatakan menyambut baik janji Presiden Juan Manuel Santos untuk menghapuskan dinas wajib militer jika ia terpilih kembali untuk masa jabatan kedua.

“Itu adalah tawaran yang sangat menarik, sangat penting,” kata Juru Bicara FARC Ricardo Tellez di Havana, Kuba, tempat Pemerintah Kolombia dan pemberontak mengadakan pembicaraan perdamaian. Demikian laporan kantor berita Xinhua.

“Kami harap itu bukan cuma janji pemilihan umum,” kata Tellez.

Presiden Kolombia tersebut minggu lalu mengatakan jika ia terpilih kembali dalam pemungutan suara 15 Juni dan pembicaraan perdamaian menghasilkan perlucutan senjata, ia akan mengajukan rancangan peraturan ke Kongres Kolombia untuk menghapuskan wajib militer sebagai cara mengakhiri konflik lima-dasawarsa antara Angkatan Bersenjata Kolombia dan kelompok-kelompok pemberontak sayap-kiri.(ca/ant/bbc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL