Tel Aviv, LiputanIslam.com–Militer Israel mulai mengadili seorang aktivis HAM Palestina dengan tuduhan melakukan kekerasan.

Pengadilan kepada pendiri organisasi Youth Against Settlements, Issa Amro, dilakukan di pengadilan militer Ofer di kawasan pendudukan Tepi Barat pada Minggu (9/7/17).

Seorang juru bicara militer Israel mengatakan, aktivis berumur 37 tahun itu dituduh “terlibat dalam kerusuhan, menyerang tentara, dan mendorong kekerasan.”

Terdapat dua tentara Israel yang akan memberikan saksi di pengadilan tentang  demonstrasi pada tanggal 26 Februari 2016.

Berbicara kepada wartawan, Amro menyebut pengadilan tersebut sebagai sebuah “lelucon” dan bahwa dia tidak percaya bahwa sistem pengadilan militer Israel akan memperlakukannya dengan adil.

Pengacaranya, Gaby Lasky, juga mengatakan bahwa “militer Israel tidak bisa menghentikan demonstrasi non-kekerasan dengan senjata, maka mereka melakukan kriminalisasi atas kebebasan berbicara dan kebebasan berdemonstrasi.”

Pada Desember tahun lalu, PBB mengecam kejahatan HAM dan penyelewengan hukum internasional oleh rezim Israel di kawasan pendudukan Palestina. Mereka memperingatkan adanya peningkatan penahanan aktivis HAM Palestina.

Ahli PBB lebih jauh lagi menunjuk kasus Amro  dan Farid al-Atrash, seorang pengacara Palestina dari Tepi Barat yang tengah ditahan di penjara Israel karena berpartisipasi dalam demo damai pada Februari lalu. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL