Gaza, LiputanIslam.com—Tentara Israel mengancam akan menghancurkan hampir 20 rumah warga Palestina di kawasan timur laut Tepi Barat, di mana kawasan itu akan menjadi target kebijakan perampasan tanah oleh rezim Tel Aviv.

Ketua desa al-Aqabah di Tepi Barat, Sami Sadeq, mengakui bahwa warganya menerima peringatan bahwa terdapat 20 rumah di desa itu yang akan dihancurkan dalam 60 hari ke depan karena “tidak mendapat izin konstruksi dari Israel”.

Sadeq menambahkan, rumah-rumah tersebut sebenarnya memiliki izin pembangunan yang sah dari Komite Konstruksi dan Organisasi dari desa itu.

Desa Aqabah berlokasi di “Area C”, yang meliputi 61 persen dari seluruh kawasan Tepi Barat dan dikontrol secara langsung oleh badan Koordinator Aktivitas Pemerintah di Kwasan (COGAT).

COGAT diketahui adalah sebuah  unit militer Israel yang bertugas mengkoordinasi isu-isu antara warga sipil Palestina dan rezim Israel, militer Israel, organisasi international, diplomat, dan Pemerintah Palestina.

COGAT mewajibkan perizinan bagi proyek-proyek pembangunan di Area C. Namun, menurut organisasi HAM Norwegian Refugee Council (NRC), mayoritas pengajuan izin dari warga Palestina ditolak mentah-mentah, sehingga mereka tidak punya pilihan selain membangun bangunan baru tanpa izin COGAT. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*