ukraine-0301-horizontal-galleryKiev, LiputanIslam.com — Pemerintah Ukraina berusaha meredam dampak negatif dari kabar yang beredar tentang adanya perpecahan antara pemerintah dengan militer Ukraina terkait kebijakan terhadap wilayah-wilayah Ukraina timur yang membangkang.

“Laporan itu adalah hasil dari kesalah fahaman yang terjadi selama briefing di markas komando militer di Kiev dan harus dianggap sebagai komentar saja,” kata Menteri Pertahanan Mykhailo Koval kepada wartawan, hari Selasa (22/4).

Pernyataan tersebut menanggapi laporan media lokal yang menyebutkan bahwa Mayor Jendral Alexander Rozmaznin, komandan militer tertinggi Ukraina menuduh aparat kepolisian di Donetsk menolak bekerjasama dengan militer dalam upaya menghentikan aksi-aksi demonstrasi menentang pemerintahan di Kiev.

“Kami tidak mendapatkan kerjasama dari kepolisian wilayah Donetsk. Saya tidak berhak mengatakan hal ini, tapi fakta adalah fakta: mereka (polisi) tidak mendukung kami saat unit-unit kami berada di wilayah itu,” kata Rozmaznin.

Pada awal bulan April lalu unit pasukan khusus Alfa menolak perintah untuk menyerbu gedung-gedung pemerintah yang diduduki demonstran pro-Rusia di Donetsk.

Situasi di Ukraina berada dalam ketidakstabilan setelah terjadinya aksi-aksi demonstrasi berdarah yang menggulingkan pemerintahan Presiden Victor Yanukovych bulan Februari lalu. Rezim baru, yang sebagian diisi oleh kelompok-kelompok militan, kini berkuasa di Ukraina, sementara Rusia tidak mengakuinya sebagai pengusaa yang syah.

Situasi bertambah panas setelah wilayah Krimea memisahkan diri dari Ukraina untuk bergabung dengan Rusia melalui referendum damai yang digelar tanggal 16 Maret. Sejak itu penduduk kota-kota di Ukraina timur yang mayoritas dihuni etnis Rusia, melakukan aksi-aksi menuntut referendum, dan berakhir dengan pendudukan kantor-kantor pemerintahan oleh demonstran pro-Rusia di beberapa kota utama di Ukraina timur seperti Donetsk, Kharkiv dan kota-kota lainnnya.

Pada tanggal 15 April lalu presiden Ukraina yang ditunjuk parlemen, Alexander Turchinov, mengumumkan operasi anti-terorisme untuk menumpas aksi pembangkangan di kota-kota Ukraina timur.(ca/voice of russia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*