tukar tawananDonetsk, LiputanIslam.com — Militer Ukraina dan pemberontak separatis saling bertukar mayat dalam sebuah gencatan senjata singkat di dekat kota Donetsk. Demikian laporan Russia Today, hari ini (19/6).

Dalam sebuah langkah yang menegangkan dan belum pernah terjadi sebelumnya, pihak-pihak yang terlibat pertempuran sengit di Ukraina timur, saling tukar-menukar mayat dan tawanan.

Peristiwa itu terjadi di dekat kota Donetsk, namun tidak dijelaskan kapan peristiwa itu terjadi. Namun kegiatan tukar-menukar itu tidak berjalan mulus ketika terjadi saling tembak antara keduanya ketika tukar-menukar belum selesai.

“Mengibarkan kain putih, milisi Republik Rakyat Lugansk, menggunakan pakaian samaran dan topeng, bertemu pasukan Ukraina di jalanan. Pihak kedua juga mengibarkan bendera putih dengan pita hitam di atasnya,” tulis Russia Today dalam laporannya.

Peristiwa tersebut terjadi menjelang senja hari di kota kecil Karlivka, tidak jauh dari kota Donetsk.

Dalam acara tukar-menukar itu milisi Lugansk mengambil 9 jenasah rekan mereka serta 12 lainnya yang menjadi tawanan. Sebagai imbalan mereka menyerahkan 100 mayat pasukan Ukraina yang termasuk anggota pasukan terjun payung Ukraina yang ditembak jatuh bersama pesawat angkutnya, namun tidak termasuk mayat korban pertempuran di bandara Lugansk yang menewaskan puluhan orang dari kedua pihak.

Ketua pihak sepakat untuk menggelar gencatan senjata singkat untuk memungkinkan dilakukannya kegiatan tukar-menukar.

Seorang anggota milisi separatis mengatakan bahwa pihaknya tidak mendapatkan apapun dari tukar-menukar ini. Selanjutnya mayat-mayat yang diterima dibawa ke Dnepropetrovsk untuk dilakukan otopsi.

“Kami menepati sepenuhnya syarat-syarat pertukaran, membiarkan mereka membawa mayat rekan-rekan mereka,” kata wakil dari milisi separatis Valery Bolotov.

Bolotov mengaku pihak militer Ukraina meminta bayaran $5.000 untuk setiap mayat yang diserahkan mereka.

Milisi separatis akan melanjutkan acara tukar-menukar mayat itu di tempat-tempat lain seperti dekat kota Shchastye, meski hal itu sangat sulit diwujudkan. Demikian kata Oleg Tarasyuk, wakil dari Republik Rakyat Lugansk.

Untuk selanjutnya Tarasyuk dan Bolotov berharap bisa dilakukan tukar-menukar tawanan.

“Para pejabat militer Ukraina dan keluarga tawanan terus-menerus meminta kami untuk melakukan tukar-menukar tawanan. Kami sedang mempertimbangkannya,” tambah Bolotov.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL