Washington, LiputanIslam.com—Militer AS baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka menolak rencana pelarangan penggunaan bom cluster. Larangan tersebut akan dibuat pada tahun 2019 di bawah perjanjian internasional Convention on Cluster Munitions (CCM).

Menurut pengakuan dari Departeman Pertahanan AS pada Kamis (30/11/17), militer Amerika menganggap bom cluster sebagai senjata penting dan legal, dan menolak kritik bahwa bom tersebut dalam membunuh penduduk sipil secara serampangan.

“Departemen Pertahanan meyakini bom cluster adalah kekuatan vital militer di situasi perang yang sulit di depan kami, dan secara relatif masih aman,” ujar juru bicara  Pentagon dalam sebuah pernyataan terbuka.

Sejumlah pejabat AS mengatakan kepada media  Reuters pada hari Kamis bahwa militer telah gagal memperbaiki sistem keamanan dalam teknologi bom. Mereka pun tidak dapat menggantikan stok senjata yang sudah ada dengan senjata yang lebih aman.

Convention on Cluster Munitions (CCM) adalah perjanjian internasional yang mengurusi masalah kemanusiaan yang disebabkan oleh bom cluster melalui tindakan pelarangan secara internasional. Pasalnya, senjata jenis ini mengandung bom lebih kecil, mampu menyebar di area luas, dan seringkali dijatuhkan kepada penduduk sipil.

CCM melarang segala bentuk penggunaan, produksi, pengiriman dan penimbunan bom cluster. Lebih dari 100 negara telah menandatangani perjanjian ini, kecuali AS.

Tindakan Pentagon ini langsung mendapat kecaman dari banyak pihak, salah satunya dari organisasi HAM, Human Rights Watch.

Menurut sejumlah laporan, AS juga telah menciptakan “penutup tipis” khusus bom cluster yang digunakan Arab Saudi dan sekutunya dalam agresi militer terhadap Yaman. Mereka beralasan, bom ini diperbolehkan sebagai senjata perang legal jika “digunakan dengan benar.” (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL