dakotaDakota, LiputanIslam.com—Militer AS berencana menutup area kamp di mana orang-orang telah berkumpul selama berbulan-bulan untuk memprotes pembangunan pipa minyak di Dakota Utara.

Kepala gerakan “Standing Rock Sioux”, Dave Archambault, mengatakan pada Jumat (25/11/16) bahwa militer AS mengiriminya sebuah surat yang berisi perintah agar para aktivis yang berunjuk rasa meninggalkan kamp Oceti Sakowin, satu dari tiga kamp yang berdiri di dekat lokasi konstruksi pipa.

“Surat itu berisi pemberitahuan bahwa area itu akan ditutup karena masalah keamanan,” kata Archambault.

“Masyarakat lokal sangat kecewa dengan keputusan pemerintah AS, namun keinginan kami untuk melindungi air di sini semakin menguat,” sambungnya.

Selama berbulan-bulan, organisasi Standing Rock Sioux dan Cheyenne River Native American Tribes berjuang menghentikan proyek pembangunan pipa minyak karena akan mengotori sumber air dan merusak situs suci mereka.

Namun, perusahaan Energy Transfer Partners menyanggah hal tersebut. Menurut mereka, pipa sepanjang 1.885 km itu aman dan merupakan rute tercepat dalam mengirimkan minyak dari Dakota Utara ke penyulingan minyak di US Gulf Coast. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL