compaoreOuagadougou, LiputanIslam.com — Presiden Burkina Faso Blaise Compaore akhirnya mengundurkan diri menyusul terjadinya aksi-aksi kerusuhan menentang kekuasaannya yang berlangsung selama 27 tahun, Jumat (31/10). Militer di bawah kepemimpinan Jendral Honore Traore kini mengambil alih kekuasaan.

Hari Kamis (30/10) menjadi salah satu peristiwa bersejarah di Burkina Faso ketika rakyat yang marah pada upaya Presiden Compaore untuk memperpanjang kekuasaannya, membakar kantor pemerintah dan parlemen. Puluhan orang dinyatakan tewas dalam berbagai aksi kekerasan yang merebak di seluruh penjuru negeri.

Menyusul kerusuhan berdarah itu, Compaore mengumumkan membatalkan niatnya memperpanjang kekuasaan, namun ia berkukuh untuk menghabiskan masa pemerintahannya hingga tahun depan sebelum pemilihan umum. Keinginan itu ditolak oleh kubu oposisi dan demonstran yang menuntutnya mundur. Pemimpin oposisi Zephirin Diabre, bahkan mendesak massa untuk menduduki semua fasilitas pemerintah.

Dalam pidato pengunduran dirinya, Compaore mengumumkan kekosongan pemerintah dan menyerukan diselenggarakannya pemilihan umum dalam waktu 90 hari. Demikian BBC News melaporkan.

Sementera itu publik menyambut gembira pengunduran diri Compaore dan pengambilan kekuasaan oleh militer. Ribuan massa berkumpul di depan markas militer menyambut pidato Jendral Honore Traore. Ketika Thaore menyebutkan pengunduran diri Compaore, tepuk tangan pun terdengar menggemuruh.

Sementara itu keberadaan Compaore kini tidak diketahui.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL