pro-russia-militia-in-eastern-ukraineDonetsk, LiputanIslam.com — Milisi di wilayah Ukraina timur yang membangkang menyatakan kesiapannya untuk menghadapi serangan pasukan Ukraina yang semakin banyak dikerahkan ke wilayah tersebut.

Menurut laporan novorossia.su, yang merupakan media resmi aktifis “Republik Rakyat Donetsk” yang diproklamirkan beberapa hari lalu seusai referendum, menyatakan bahwa Ukraina telah mengerahkan kekuatannya secara besar-besaran ke Ukriana timur, mulai dari pasukan penerjun, tank, pesawat tempur hingga milisi kelompok radikal Right Sector.

“Namun Markas Besar Tentara Donetsk tidak ragu dengan kemampuan untuk bertahan dari armada itu (pasukan Ukraina), khususnya setelah semakin banyak pasukan Ukraina yang membelot dan bergabung dengan rakyat setelah menolak perintah ilegal komandan mereka,” tulis laporan tersebut.

Sementara Wakil Panglima Tentara Republik Rakyat Donetsk Sergei Zdrulyuk mengatakan sebelumnya, “Saya tidak akan membasuh tangan ini, kecuali militer Ukraina ditarik dari Donetsk dalam waktu beberapa jam mendatang. Saya tidak peduli dengan siapa nanti saya berhadapan, apakah tentara cadangan, anak-anak muda belasans tahun atau tentara profesional, dan terutama tentara bayaran. Semuanya akan saya bakar dan hancurkan kecuali mereka ditarik dari Donetsk sejauh 20-30 km. Saya memiliki kelompok-kelompok sabotase.”

Ultimatum itu sudah berakhir hari Jumat pagi (16/5), dan militer Ukraina justru semakin bertambah. Rezim Ukraina bahkan menyerukan rakyat di Provinsi Donetsk dan Luhansk yang memisahkan diri untuk mendukung operasi militer mereka.

Sementara itu tembak-menembak dikabarkan terjadi di sekitar kota Slavyansk, yaitu di desa Andreyevka dan Semyonovka Villages. Pertempuran juga terjadi di kota kecil Krasny Liman dan di kaki gunung Karagun.

“Mereka menekan kami dan tidak memberikan kesempatan. Tembakan dilakukan tanpa henti sejak Kamis (15/5) dengan menggunakan mortar dan senapan mesin kaliber besar. Ada laporan-laporan yang menyebutkan mereka juga mengerahkan perangkat keras (tank, roket dll),” kata Ilya, seorang anggota milisi Donetsk kepada kantor berita TASS.

“Tugas kami adalah menahan mereka dan menjauhkan mereka dari kota,” tambahnya.(ca/russia today)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL