milisi aidarKiev, LiputanIslam.com — Para anggota kelompok milisi “Battalion Aidar” melakukan aksi demonstrasi menentang pembubaran kelompok tersebut oleh pemerintah dan menuduh pasukan reguler telah menyerang mereka. Dalam aksinya itu mereka juga mencoba menyerbu kantor Kementrian Pertahanan, Sabtu (31/1). Demikian kantor berita Russia Today melaporkan.

“Battalion Aidar” yang dikecam oleh Amnesty International karena aksi-aksi brutalnya di medan perang Ukraina timur, mengklaim telah ditembaki dengan roket-roket oleh pasukan artileri Ukraina di dekat kota Schastya, Provinsi Lugansk.

“Pasukan artillery (Ukriana) telah sengaja menembaki posisi-posisi Battalion Aidar,” kata Komandan kelompok itu sekaligus anggota Parlemen dari Partai Radikal, Sergey Melnichuk, dalam aksi demonstrasi itu di luar kantor Kemenhan Ukriana di Kiev. Ia menuduh pasukan artileri Ukraina telah menembaki pasukannya sebanyak 15 hingga 20 kali.

“Batalion ini dibubarkan tiga hari lalu,” kata Melnichuk. Ia menuduh Menhan dan Kastaf Gabungan berpura-pura dengan membantah telah menandatangani pembubaran itu, namun dokumen yang mengkonfirmasis pembubaran itu telah dikirimkan ke medan perang.

Sekretaris kelompok milisi ini, Yuliya Evdokimova, mengatakan bahwa kelompok ini dibubarkan karena keberadaannya dianggap mengganggu operasi militer. Selanjutnya milisi itu akan direorganisir bersama kelompok-kelompok milisi lain. Namun sehari kemudian pernyataan itu dibantah oleh kelompok tersebut, menuduh Yuliya tidak mewakili Battalion Aidar.

Melnichuk mengatakan bahwa milisinya tidak akan mundur dari medan pertempuran, bahkan jika mereka diserang oleh pasukan Ukraina sendiri. Ia balik menuduh pembubaran itu didasarkan pada keengganan pemerintah untuk membayar gaji para milisi.

“Mereka harus mambayar gaji kami, namun jika Anda membubarkannya, maka Anda tidak perlu lagi membayar,” kata Melnichuk.

Lebih jauh ia menuduh Kemenhan dan Komando Angkatan Bersenjata telah mendapatkan imbalan dari pemberontak Ukraina dengan menyerahkan Schastya kepada mereka. Ia mengaku telah mendapat tawaran sebesar $20 juta untuk membawa pasukannya pergi dari Schastya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*