slavyanks militiaDonetsk, LiputanIslam.com — Milisi separatis Ukraina timur meninggalkan basis perlawanan mereka di kota Slavyansk, Provinsi Donetsk, Sabtu (5/7). Demikian laporan media-media Rusia sebagaimana dikutip Russia Today.

“Militer Ukraina kini menguasai Slavyansk. Pada pagi hari, para pejuang telah dipaksa meninggalkan kota,” demikian laporan Chanel One mengutip pernyataan pemimpin kelompok militan.

Menurut laporan tersebut, sebelumnya terjadi serangan bombardir besar-besaran militer Ukraina yang dilanjutkan dengan terobosan kendaraan-kendaraan lapis baja ke dalam kota. Setelah sempat terjadi perang kota, para milisi pun meninggalkan kota.

“Di tengah serangan gencar, para milisi meninggalkan kota menuju kota terdekat, Kramatorsk. Sebagian dari perlengkapan mereka hancur dalam prose penarikan diri,” tambah laporan itu.

Laporan serupa diberikan oleh Rossiya 24, yang menyebutkan milisi separatis kini memindahkan markas pertahanannya ke kota Kramatorsk.

“Setelah milisi terpaksa meninggalkan posisi mereka di bagian utara medan pertempuran, mereka memindahkan posisi pertahanan yang telah dipersiapkan,” tulis Itar-Tass mengutip pimpinan separatis Aleksandr Boroday.

Di sisi lain Presiden Ukraina Petro Poroshenko telah memerintahkan militer Ukraina untuk mengibarkan bendera di kota Slavyansk, demikian keterangan pers kantor kepresidenan menyebutkan.

Selain ke Kramatorsk, milisi dikabarkan memindahkan pasukannya ke ibukota provinsi Donetsk dan sekitarnya. Namun hal ini belum mendapat konfirmasi pejabat kelompok separatis.

Sementara itu di provinsi lain yang memisahkan diri, Lugansk, pertempuran sengit juga terjadi.

“Pasukan pertahanan diri (milisi separatis) Lugansk tengah berada di posisinya, memukul mundur beberapa serangan musuh dan sesekali memberikan bantuan kepada warga sipil yang terjebak dalam pertempuran,” lapor Channel One mengutip seorang komandan separatis.

Pertempuran sengit dikabarkan juga terjadi di bandara internasional Donetsk.

Sementara itu pada hari Sabtu (5/7) kementrian luar negeri Rusia mengumumkan bahwa Rusia telah menghentikan proses pengiriman senjata dari Krimea ke Kiev sebagai respons atas aksi militer Ukraina.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL