pospenjagaanDonetsk, LiputanIslam.com — Sebuah serangan yang dilancarkan milisi pro-Rusia atas sebuah pos penjagaan di wilayah Donetsk, hari ini (22/5) telah menewaskan 11 tentara Ukrina.  Pemerintah Ukraina membenarkan serangan tersebut.

“Teroris-teroris bersenjata berat telah menyerang pos penjagaan di wilayah Volnovakha, menewaskan dan melukai sejumlah tentara,” demikian pernyataan kementrian pertahanan Ukraina tentang insiden tersebut.

Wartawan Associated Press menghitung ada 11 jenasah di lokasi serangan sementara sebuah situs berita Rusia mengklaim tentara yang tewas mencapai 15 orang.

Sementara itu Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen dalam akun tweeter -nya membenarkan bahwa Rusia tengah melakukan persiapan penarikan pasukannya di perbatasan Ukraina. Penarikan tersebut sebagai implementasi perintah Presiden Vladimir Putin minggu ini.

Di sisi lain pada hari Minggu lalu Ukraina menggelar pemilihan presiden pertamanya setelah penggulingan presiden terpilih Victor Yanukovych Februari lalu. Namun pelaksanaan pemilu di Provinsi Donetsk dan Luhansk yang memisahkan diri, gagal dilakukan.

Serangan terakhir ini merupakan yang paling serius setelah sebelumnya milisi pro-Rusia juga telah menewaskan 7 tentara Ukraina dalam satu serangan terhadap pos penjagaan. Associated Press juga melaporkan setidaknya terdapat 30 tentara Ukraina lain yang mengalami luka-luka.

Diaporkan sebanyak 3 kendaraan lapis baja dan kendaraan pengangkut logistik hancur dalam serangan tersebut.

Situs berita Rusia Lifenews, dengan mengutip keterangan polisi setempat menyebutkan jumlah yagn tewas mencapai 15 orang.

Namun meski terjadi di wilayahnya, pemimpin milisi pro-Rusia Donetsk, Pavel Gubarev membantah terlibat dalam serangan tersebut di akun Facebook-nya.(ca/bbc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL