yingluck2Bangkok, LiputanIslam.com — Parlemen Thailand tetap memecat (impeach) Yingluck Shinawatra sebagai Perdana Menteri Thailand meski yang bersangkutan sudah tidak lagi menjabat sejak Mei tahun lalu. Dengan pemecatan ini maka Yingluck dilarang untuk aktif dalam kegiatan politik selama 5 tahun dan terancam hukuman penjara.

Sebagaimana dilansir BBC News, Jumat (23/1), Parlemen Thailand memutuskan untuk memecat Yingluck atas dasar pelanggaran penyalahgunaan kekuasaan dalam program subsidi beras yang dianggap merugikan keuangan  negara dan hanya memberikan keuntungan bagi para pendukung Yingluck. Sedangkan kasus pidana terkait dengan kasus ini bisa menjerat Yingluck dalam hukuman penjara selama 10 tahun.

Sebanyak 190 anggota parlemen dari 219 anggota hadir dalam sidang parlemen hari Jumat (23/1). Dari jumlah itu hanya 18 anggota yang menolak pemecatan tersebut.

BBC menyebut, hal ini menjadi tanda bahwa regim militer Thailand benar-benar bermaksud untuk menghancurkan kekuatan politik keluarga Shinawatra.

Yingluck dan kakak kandungnya mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra dipandang masih cukup poluler, terutama di kalangan warga miskin di pedesaan, namun dibenci oleh kalangan kelas menengah atas yang menganggap mereka korup dan semena-mena. Sejak tahun 2001 partai pendukung keluarga Shinawatra mendominasi perpolitikan Thailand.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*