menteri-mesir-130905bKairo, LiputanIslam.com — Pemerintahan interim Mesir menuduh kelompok Ikhwanul Muslim telah membentuk organisasi militer untuk mendukung perjuangan melawan pemerintah.

Tuduhan tersebut disampaikan Mendagri Mesir Muhammad Ibrahim, hari Minggu (9/2), setelah aparat keamanan Mesir mengklaim telah menemukan keberadaan kelompok tersebut di Provinsi Beni Suef di selatan Mesir. Dalam pernyataan tersebut Ibrahim juga menyebutkan identitas 12 anggota kelompok tersebut, yang diduga terlibat dalam aksi serangan yang menewaskan 5 anggota kepolisian di provinsi tersebut bulan lalu.

Tuduhan baru ini semakin menambah tekanan terhadap Ikhwanul Muslimin yang telah mendapatkan tindakan-tindakan keras dari pemerintahan sementara sejak tergulingnya pemimpin Ikhwanul Muslimin Mohammad Moersi dari kursi kepresidenan bulan Juli tahun lalu.

Pada tgl 25 Desember pemerintah sementara Mesir memasukkan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi “teroris” karena tuduhan keterlibatannya dengan serangan-serangan teorisme. Tuduhan tersebut tentu saja dibantah oleh Ikhwanul Muslimin yang menyatakan hanya melakukan aksi-aksi demonstrasi damai untuk memperjuangkan hak-haknya. Ikhwanul Muslimin menuduh pemerintah-lah yang sengaja melakukan aksi-aksi kekerasan untuk menjustifikasi tuduhan terhadap Ikhwanul Muslimin.

Menurut laporan Amenesty International lebih dari 1.400 orang tewas sejak tergulingnya Mohammad Moersi akibat aksi-aksi kekerasan yang diterapkan aparat keamanan terhadap pengikut Ikhwanul Muslimin.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL