wanita Mesir usai ikuti referendum (foto:thenews.com)

wanita Mesir usai ikuti referendum (foto:thenews.com)

Mesir memulai pelaksanaan referendum RUU baru untuk hari kedua dan terakhir, setelah kemarin lebih dari 10 orang tewas dalam bentrokan.

TPS dibuka kembali Rabu pukul 9:00 am waktu setempat (07:00 GMT). Ratusan ribu personil polisi dan militer dikerahkan untuk menghalau terjadinya kerusuhan sekitar TPS. Kementerian Dalam Negeri Mesir juga memperingatkan segala bentuk gangguan dalam proses pemungutan suara.

RUU baru itu disusun disusun sejak militer Mesir menggulingkan presiden pertama yang terpilih secara demokratis Mesir, Muhammad Morsi, pada Juli lalu.

Referendum diboikot oleh Ikhwanul Muslimin dan para pendukung Morsi, yang menilai konstitusi baru tersebut disusun oleh pihak pengkudeta. “Mereka berjanji untuk mengadakan protes secara rutin terhadap pemerintah interim.”

Menurut Ahmed el-Ansary, kepala unit darurat di departemen kesehatan, sedikitnya 11 orang tewas pada 14 Januari, dalam bentrokan antara pasukan keamanan dan pendukung Morsi. Bentrokan dilaporkan terjadi di kota Giza, Bani Suef, Sohag dan Kerdasa.

Sesaat sebelum pemungutan suara dimulai pada hari Selasa, ledakan bom terjadi di luar pengadilan di ibukota, Kairo. Tidak ada korban dalam insiden itu.

Sementara itu, laporan sumber-sumber lokal mengutip keterangan Departemen Kehakiman Mesir menyebutkan bahwa jumlah pemilih pada hari pertama referendum “melebihi 50 persen di banyak TPS.”

Sebanyak 53 juta warga Mesir berhak berpartisipasi dalam pemilu.(sumber:IRIB Indonesia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL