Maan 2223

Sumber Foto: Ma’an News Agency

Gaza, LiputanIslam.com — Kementerian Dalam Negeri Jalur Gaza pada hari Sabtu (22/2) mengatakan bahwa pihak berwenang Mesir telah setuju untuk membuka perbatasan Rafah pada hari Minggu pagi guna memberi jalan bagi peziarah selama dua hari ke depan, seperti yang dikabarkan oleh Ma’an News Agency.

Kementerian menyatakan bahwa pihak Mesir telah memberitahu mereka tentang niat Mesir untuk membuka penyeberangan sehingga  kloter pertama dari tiga kelompok peziarah bisa  menyeberang  dan melakukan perjalanan ke Mekah, sedangkan peziarah lain yang masih terdampar di Mesir bisa kembali ke Gaza.

Tempat penyeberangan tersebut merupakan satu-satunya jalur yang menghubungkan 1,5 juta penduduk Gaza dengan dunia luar. Namun, tidak ada indikasi apakah Mesir akan mengizinkan warga dari korban konflik kemanusiaan di Jalur Gaza menyeberang ke Mesir .

Gerbang Rafah saat ini ditutup untuk lalu lintas kecuali untuk keadaan darurat, yang artinya adalah;  perjalanan ke luar negeri bagi warga Jalur Gaza bersifat sporadis. Terakhir kali penyeberangan dibuka dua minggu yang lalu selama tiga hari, dan saat itu 1.922 orang berhasil keluar dari Gaza.

Hingga bulan Juli tahun kemarin, terowongan yang menghubungkan Gaza dan  Mesir memberikan arti penting bagi berlanjutnya sendi kehidupan warga Gaza di tengah blokade Israel. Seperti yang telah diketahui, Israel memblokade wilayah tersebut sejak tahun 2006 yang efeknya adalah menurunnya perekonomian akibat aktivitas ekspor impor yang terbatas, dan meluasnya wilayah yang mengalami krisis kemanusiaan.

Bagaimanapun juga, situasi pada tahun lalu mengalami peningkatan signifikan. Terjadi arus perdagangan yang cepat, yang merupakan imbas dari Revolusi Mesir. Namun sejak kudeta terhadap Presiden Mesir Muhammad Mursi, kini Mesir meningkatkan blokade, menjaga ketat perbatasan dan menghancurkan 90 persen terowongan. (LiputanIslam.com/AF)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL