mossadLiputanIslam.com — Rabu, 22 Oktober 2014 kemarin, situs berita Merdeka.com melansir kesaksian seorang wartawan Indonesia yang pernah bertemu dengan agen Mossad. Narasumber Merdeka.com, sebut saja F, suatu hari dihubungi oleh lelaki berinisial Y.

Entah dari mana Y mendapatkan nomor telepon seluler F. Lebih mengejutkan lagi, dia juga tahu nama F meski baru pertama kali mengontak. “Ada orang dari Tel Aviv mau bertemu kamu. Ini terkait wawancara kamu dengan Mordechai Vanunu,” katanya, seperti diceritakan F.

F sudah menduga orang mau bertemu dia adalah agen Mossad. Sang istri mengingatkan agar F berhati-hati. F menyanggupi permintaan itu dan menyaratkan pertemuan berlangsung di tempat terbuka.

Akhirnya disetujui pertemuan dengan agen Mossad itu dilakukan di fountaine lounge Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat. Di sana pula F bertemu Y, pria keturunan Yahudi. Dia datang bersama seorang lelaki bernama David Ben Luhu, orang ingin menemui F.

David muncul dengan setelan celana panjang jins biru dan kaus ketat ditutup jas berwarna gelap. Tingginya hampir dua meter. Dia mengaku baru pulang tugas dari Afrika. Y meninggalkan mereka berdua.

Tanya jawab semacam interogasi terjadi. David menanyakan bagaimana F bisa mewawancarai Vanunu. Dia menakut-nakuti F, hubungan dengan Vanunu bisa membahayakan jiwa F. Kamu telah mewawancarai musuh negara kami, ujar F menirukan ucapan David. Memangnya kenapa? Saya wartawan. Saya bebas mewawancarai siapa saja, jawab F.

Bukan sekadar intimidasi lisan, David juga memperlihatkan Beretta tersembunyi di balik jasnya. Melihat F tidak takut, David lantas bertanya, “Siapa (yang) kamu kenal di Israel?”

F lantas menunjukkan daftar kontak nya di Israel. Di sana ada nama Raanan Gissin (penasehat Perdana Menteri Ariel Sharon), Tzipi Livni (Menteri Luar Negeri), Yuval Steinitz (Menteri Keuangan), dan Gideon Ezra (Menteri Keamanan Dalam Negeri). Sikap David lantas melunak. Kamu harus hati-hati karena kamu masih muda.

Vanunu adalah ahli nuklir Israel membocorkan program rahasia senjata nuklir negara Zionis itu. Dia dianggap berkhianat dan dipenjara 18 tahun. Setelah dibebaskan pada April 2004, Vanunu dikenai tahanan kota. Dia tidak boleh meninggalkan Yerusalem.

Meski begitu F masih menjalin kontak lewat telepon seluler dan surat elektronik. Vanunu kini tinggal di sebuah flat di Yerusalem Timur.

Karena berhubungan dengan Vanunu pula, nama F masuk dalam daftar hitam di Israel. “Saya tahu hal itu dari Y, Vanunu, dan Gissin,” tutur F. “Padahal saya cuma mau melanjutkan kuliah ke Israel.”

Kejadian itu akhirnya membuat hubungan F dan Y kian kental. Dugaan sejak awal Y adalah bos Mossad (dinas rahasia luar negeri Indonesia) kian terbukti.

“Y pernah mengaku sebagai kepala agen intelijen Israel di Indonesia berkedok pengusaha,” kata F kepada merdeka.com awal pekan ini. “Sebagai bukti dia pernah menunjukkan kepada saya foto-foto sejumlah pejabat Indonesia mengunjungi Israel menjelang rencana pembelian senjata dari negara itu.”

Y juga menunjukkan sebuah foto sangat mengejutkan F: Y bersama dua konglomerat Indonesia datang menghadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Jawa Barat. Saya juga memiliki foto dan rekaman video saat Perdana Menteri Yitzhak Rabin mengunjungi Presiden Soeharto di Cendana, tuturnya.

Y membenarkan sampai sekarang nama F masih kotor di mata Israel. Alasannya F masih berhubungan dengan musuh-musuh negara Bintang Daud itu, seperti kelompok Hamas di Palestina dan Hizbullah di Lebanon.

Menurut F, sebagai bos intelijen Israel, Y menutup diri dari tetangga. Pekerjaannya sebagai bos Mossad di Indonesia sekaligus pengusaha hanya dia lakoni dari dalam rumahnya. “Saya pakai sambungan Internet melalui Inmarsat bukan pakai satelit Indonesia,” ujar Y, seperti dikutip F.

Untuk pengiriman dokumen rahasia, Y memakai kurir kepercayaan. Y juga pernah bercerita kepada F ada lima agen Mossad beroperasi di Indonesia. “Mereka berganti giliran saban caturwulan,” tutur F.

Meski berstatus bos Mossad, Y merasa sangat mencintai Indonesia. “Saya tidak ingin Indonesia hancur, saya ingin Indonesia lebih baik.”

Mossad Cari Agen Dari Seluruh Dunia

Badan intelijen legendaris asal Israel, Mossad, bulan lalu kembali membuka lowongan lewat Internet. Tradisi membuka kesempatan kerja secara terbuka ini sudah berlangsung satu dasawarsa belakangan.

Hingga hari ini laman depan mossad.gov.il masih menampilkan lowongan itu. Ada satu kutipan pamungkas di sana, “Ini adalah rahasiaku, selalu dan selamanya.”

Buat menarik minat para pelamar Mossad juga menaruh tiga slogan dari tiga tokoh. M, agen spesialis Mossad bilang, “Bergabunglah dengan kami untuk melihat hal tidak kelihatan dan melakukan sesuatu tak mungkin.”

David Ben Gurion, pendiri sekaligus perdana menteri pertama Israel, menyatakan, “Sejarah tidak ditulis (tapi) sejarah itu dibuat.” Mantan Presiden Shimon Peres juga tidak mau kalah. “Orang tidak memiliki fantasi tidak dapat melakukan hal luar biasa,” katanya.

Masuk lebih jauh ke dalam, Mossad menjelaskan para pelamar akan menjalani pelbagai ujian dan membutuhkan waktu lumayan lama. Lamanya tes bakal dijalani seorang calon agen Mossad tergantung seberapa cocok biodata dan kemampuan sang pelamar terhadap posisi diinginkan.

Ada enam kategori pertanyaan mesti dijawab langsung di laman selanjutnya, yakni perkenalan, data rinci pelamar, pendidikan dan bahasa, pengalaman tugas negara baik sipil atau militer, pekerjaan, serta riwayat perjalanan ke luar negeri dan data tambahan lainnya.

Pelamar baru bisa pindah ke kategori lain setelah selesai tiap kategori. “Daftar pertanyaan soal biodata ini digunakan Mossad untuk mengecek kemungkinan kecocokan dengan posisi dilamar,” ujar Mossad. “Semua jawaban bakal disimpan dan dilindungi dalam sistem internal kami serta boleh diakses oleh karyawan Mossad bertugas dalam lingkup rekrutmen.”

Dengan pembukaan lowongan secara terbuka ini menunjukkan Mossad bersedia menerima mata-mata dari negara mana saja, termasuk Indonesia. Apalagi sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki keistimewaan bagi Israel.

Hal ini diakui Duta Besar Israel Amira Arnon kepada merdeka.com dua tahun lalu. Dia menegaskan Indonesia sangat penting bagi negara Zionis itu. “Indonesia adalah negara terbesar di Asia Tenggara dan berpenduduk mayoritas muslim terbesar di dunia,” tuturnya. “Indonesia juga amat penting bila dilihat dari sisi ekonomi karena memiliki jumlah penduduk sangat banyak dan kekayaan alamnya amat besar.”

Karena itu jangan heran jika Mossad juga beroperasi di Indonesia. “Agen-agen Mossad di Indonesia bekerja sepengetahuan pemerintah dan atas izin pemerintah Indonesia,” kata mantan agen Mossad Victor Ostrovsky dalam wawancara khusus dengan majalah News Dawn.

Namun Kepala Badan Intelijen Negara Marciano Norman membantah ada kantor Mossad di Indonesia. “Secara spesifik antara kita dan Israel tidak mempunyai hubungan diplomatik. Jadi mereka tidak bisa masuk ke Indonesia,” ujarnya. “Kalau mereka punya hubungan dengan negara tetangga, iya.”

Lowongan itu terbuka bagi lelaki dan perempuan. Ada banyak posisi ditawarkan, termasuk di bidang teknologi dan administrasi. “Negara Israel saban hari selalu menghadapi ancaman nyata. Kami harus terus merekrut orang-orang terbaik,” tutur Direktur Mossad Tamir Pardo dalam siaran pers, seperti dilansir surat kabar the Times of Israel. (LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL