balon koreaPyongyang, LiputanIslam.com — Korea Utara (Korut) mengancam akan membatalkan rencana perundingan dengan Korea Selatan (Korsel) setelah pemerintah Korsel membiarkan aktifis anti-Korut dari AS menerbangkan balon-balon berisi propaganda anti-Korut di perbatasan kedua negara.

Seperti dilaporkan Press TV, Rabu (21/1), Komisi Reunifikasi Korut (CPRF) menuduh tindakan tersebut sebagai “provokasi yang tidak bisa ditolerir” dan “melukai harga diri pemimpin Korut”. Korut juga menuduh AS telah mendorong terjadinya perselisihan kedua Korea.

“Kami tidak dapat melakukan hal lain kecuali mempertimbangkan kembali dialog dengan Korea Selatan, yang bahkan tidak mampu mengontrol situasi membahayakan yang berkembang di wilayahnya,” demikian pernyataan CPRF.

Perkembangan ini terjadi 2 hari setelah sekelompok pembelot asal Korut dan aktifis asal AS melepaskan balon-balon berisi 100.000 liflet anti-Korut di perbatasan Korsel-Korut.

Pyongyang telah berulangkali mengecam aksi pelepasan balon serupa yang telah berlangsung beberapa bulan terakhir, dan menuntut pemerintah Korsel untuk menghentikan tindakan itu.

Sebelumnya pada tahun baru lalu pemimpin Korut Kim Jong-un, mengatakan bahwa Korut siap untuk melakukan “perundingan tingkat tertinggi” dengan Korsel.

Perundingan terakhir kedua negara dilakukan bulan Februari 2014 yang menghasilkan kesepakatan untuk mempertemukan keluarga-keluarga yang terpisah akibat Perang Korea tahun 1950-53 Korean War. Selanjutnya pada bulan Oktober lalu delegasi pejabat Korut menghadiri upacara penutupan Asian Games.

Hingga saat ini belum ada perundingan perdamaian antara kedua Korea paska Perang Korea, sehingga secara teknis keduanya masih terlibat dalam perang.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*