Yasonna-H.-Laoly-1074x483Jakarta, LiputanIslam.com — Yasonna Hamonangan Laoly, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia akhirnya meminta kepolisian mencari dalang pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib. Kepolisian diminta jangan ragu membuka kembali penyelidikan kasus tewasnya Munir.

“Kita meminta pihak kepolisian mengusut dan membuka berkas secara mendalam dari kasus pembunuhan Munir untuk mencari auktor intelektualis (dalang pembunuh Munir),” kata Yasonna, seperti dilansir kompas.com, Rabu, 10 Desember 2014.

Menteri asal PDI Perjuangan itu menuturkan, mengungkap dalang pembunuh Munir adalah sebuah kewajiban. Menurut dia, hal itu merupakan utang masa lalu yang belum dibayarkan oleh pemerintah.

“Pemerintah akan lakukan langkah-langkah untuk itu (pengungkapan dalang),” tuturnya.

Terpidana kasus pembunuhan Munir, Pollycarpus, mendapatkan pembebasan bersyarat berdasarkan SK Menteri Hukum dan HAM Nomor W11.PK.01.05.06.0028 Tahun 2014 tanggal 13 November 2014 yang merupakan haknya. Untuk pemberatan hukuman, Yasonna menegaskan, hal itu ada di pengadilan.

“Memberatkan hukuman ada di pengadilan. Kami menghargai HAM narapidana,” tandasnya.

Namun sebelumnya, Dari laporan thejakartaglobe.com, Selasa, 9 Desember 2014, Kapolri Jendral Sutarman menyatakan pada pekan lalu bahwa penyelidikan kasus ini tidak akan dibuka lagi. (Baca: Setara Institute zdesak Jokowi Buka Kasus Munir)

Berbagai aktivis HAM telah mendesak pemerintah untuk kembali membuka kasus Munir,  karena mereka menilai Pollycarpus Budihari Priyanto tidak memiliki motif yang kuat untuk membunuh Munir, sehingga diduga, ada dalang dibalik peristiwa ini.

Hingga kini, satu-satunya orang yang dihukum karena pembunuhan Munir adalah Pollycarpus, mantan pilot Garuda Indonesia. Awalnya, Pollycarpus divonis 20 tahun, namun pada Peninjauan Kembali, vonisnya dikurangi menjadi 14 tahun. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL