retno-lp-marsudiDen Haag, LiputanIslam.com–Menteri Luar Negeri RI Retno Lestari Priansari Marsudi pada 12 Januari lalu mendapat anugerah tertinggi Ridder Grootkruis in de Orde van Oranje-Nassau dari Raja Belanda. Penghargaan Orde van Oranje-Nassau tersebut diserahkan langsung oleh Raja Willem-Alexander der Nederlanden disaksikan Ratu Maxima di Istana Noordeinde, Den Haag.

Sebelum diangkat sebagai Menteri Luar Negeri oleh Presiden Joko Widodo, Retno menjabat sbeagai Duta Besar Belanda.  Banyak pihak menilainya sangat sukses menjalankan tugasnya dalam hubungan bilateral Indonesia-Belanda.

Ketika Dubes Retno pertama kali tiba di Belanda, hubungan Indonesia-Belanda sedang menurun, menyusul keputusan penundaan kunjungan kenegaraan Presiden Yudhoyono. Di tangan Retno, hubungan kedua negara dalam tempo relatif singkat dapat dipulihkan, bahkan mencapai tingkat tertinggi ditandai dengan meningkatnya kerjasama kedua negara di berbagai bidang.

Selain itu, meskipun ekonomi Belanda dan Eropa secara keseluruhan mengalami pukulan dan kontraksi akibat krisis global pada 2008, Retno mampu menjaga volume perdagangan tahunan Indonesia-Belanda pada kisaran US$ 5 miliar, dengan surplus di pihak Indonesia.

Puncaknya adalah kunjungan PM Mark Rutte dengan membawa lebih dari 100 CEO’s delegasi bisnis terbesar dalam sejarah kedua bangsa dan diluncurkannya Comprehensive Partnership Agreement oleh PM Rutte dan Presiden Yudhoyono di Jakarta (2013).

Dengan anugerah ini, nama Dubes Retno Lestari Priansari Marsudi kini sejajar dalam deretan nama para tokoh besar dunia penerima Ridder Grootkruis in de Orde van Oranje-Nassau.

Mereka antara lain PM Shinzo Abe (Jepang), Jose Manuel Barroso (Presiden Komisi Eropa 2004-2014), Anders Fogh Rasmussen (Sekjen NATO 2009-2014), Jaap de Hoop Scheffer (Sekjen NATO 2004-2009), Herman Van Rompuy (Presiden Dewan Eropa 2009-2014), dan Jean-Claude Trichet (Presiden Bank Sentral Eropa 2003-2011).

Juga Jan Peter Balkenende (PM Belanda 2002-2010), Wim Kok (PM Belanda 1994-2002), Dries van Agt (PM Belanda 1977-1982), Robert Baden-Powell (Bapak Pramuka Sedunia), Putra Mahkota Norwegia Haakon Magnus dan Putri Mette-Marit serta Putra Mahkota Inggris Raya Pangeran Charles dan Putri Diana.

Sebelumnya saat menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Norwegia, Dubes Retno Marsudi juga mendapat anugerah Royal Norwegian Order of Merit Grand Officer dari Raja Harald V atas prestasi dan jasa-jasanya meningkatkan hubungan bilateral Indonesia-Norwegia (2008).

Penghargaan ini melengkapi pengakuan atas prestasi gemilang Retno. Sosok yang dikenal sangat disiplin dan bersahaja ini adalah Dubes RI perempuan pertama untuk Belanda yang dianggap sebagai posisi sulit dan hanya bisa dijabat oleh dubes yang handal. Kini ia pun menjadi Menlu RI perempuan pertama dalam sejarah Republik Indonesia.(fa/Detikcom)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*